Sisa Cerita di Balik Berpulangnya Prof. GSD, Kepala LLDikti VIII Kehilangan Sosok Panutan

IMG-20260302-WA0003
Momen kekeluargaan Prof. Ir. Gede Sri Darma, ST., MM., DBA., CFP, IPU., ASEAN.Eng. (tengah) bersama rekan sejawat, salah satunya Dr. Ir. IGL Bagus Eratodi (2 dari kiri).

Sebelumnya diberitakan Prof. GSD meninggal dunia dalam perawatan di RS Prof. IGN Ngerah, Denpasar akibat komplikasi sejumlah penyakit. Pihak keluarga mengonfirmasi, puncak pengabenan dilaksanakan Kamis 5 Maret 2026 di Krematorium Santha Yana, Jln. Cekomaria, Denpasar.

Prof. GSD lahir di Denpasar, 18 Februari 1969. Ia menorehkan sejarah sebagai rektor termuda Undiknas. Ia dilantik sebagai rektor pada 23 Februari 2005 dalam usia 36 tahun. Setahun kemudian, tepatnya 1 Juni 2006, ia dikukuhkan sebagai profesor dalam usia 37 tahun menjadikannya salah satu profesor termuda saat itu.

Atas capaian tersebut, ia menerima Piagam MURI yang diserahkan di Denpasar pada 15 April 2008. Kepemimpinannya di Undiknas berlangsung selama tiga periode, 2005–2019, dengan fokus pada modernisasi tata kelola kampus, penguatan kewirausahaan, serta akselerasi transformasi digital.

Setelah menjabat rektor, ia juga mengemban amanah sebagai Direktur Program Pascasarjana periode 2007–2019. Sebagai pengamat ekonomi, GSD dikenal aktif memberikan pandangan strategis terkait pembangunan Bali, terutama pada masa pemulihan pascapandemi.

Ia mendorong digitalisasi UMKM, penguatan wisata domestik, serta mendukung kebijakan retribusi wisatawan asing demi keberlanjutan budaya dan lingkungan Bali.

Visinya yang dikenal dengan slogan “Move to Global Digital” menjadi fondasi dalam menyiapkan generasi muda Bali agar mampu bersaing di tingkat internasional tanpa meninggalkan akar budaya lokal.

Selain aktif di forum ilmiah dan pengembangan UMKM, almarhum juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk dalam pasemetonan Warga Pande Provinsi Bali.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top