DENPASAR-fajarbali.com | Komunitas sepeda motor kini tidak lagi sekadar menjadi wadah berkumpulnya para pencinta otomotif, melainkan telah bertransformasi menjadi agen perubahan sosial. Melalui komitmen kuat, komunitas pengguna motor Honda di Bali kini memegang peran strategis dalam mengampanyekan keselamatan jalan raya dengan tagline #Cari_Aman. Edukasi ini ditargetkan mampu menyasar sesama penggemar otomotif, kerabat dekat, hingga lingkungan keluarga demi menciptakan ekosistem berkendara yang lebih kondusif.
Sebagai langkah nyata, Astra Motor Bali menggelar pelatihan khusus untuk membekali para anggota komunitas dengan pengetahuan dan keterampilan safety riding yang komprehensif. PIC Safety Riding & Community Promotion Astra Motor Bali, Ngurah Iswahyudi, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan standar kompetensi berkendara kelompok hobi tersebut. Langkah ini dinilai krusial mengingat komunitas memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan masyarakat urban saat ini.
"Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali anggota komunitas Honda dengan pengetahuan dan keterampilan safety riding yang lebih baik. Harapannya, mereka mampu menjadi role model keselamatan berkendara di komunitas masing-masing serta mendukung terwujudnya budaya berkendara yang aman di Bali," ujar Ngurah Iswahyudi.
Program strategis ini sejalan dengan visi PT Astra Honda Motor (AHM) yang terus menggaungkan slogan "Jago Cari_Aman Biar Happy". Melalui pendekatan yang persuasif dan adaptif, jargon tersebut menempatkan anggota komunitas di garda terdepan sebagai Brand Ambassador Safety Riding. “Dengan demikian, pesan keselamatan tidak lagi terkesan kaku, melainkan menjadi gaya hidup positif yang menyenangkan untuk diterapkan sehari-hari,” imbuh Ngurah Iswahyudi.
Sinergi berkelanjutan antara main dealer dan komunitas ini diharapkan mampu memberikan dampak masif dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di wilayah Bali. "Ketika semakin banyak pengendara yang sadar dan menerapkan prinsip keselamatan secara disiplin, maka budaya berkendara yang aman dan tertib di Indonesia secara perlahan namun pasti dapat segera terwujud," pungkas Ngurah Iswahyudi. (M-001)










