Dukungan penuh dari pihak pengelola kawasan juga menjadi kunci suksesnya acara ini. General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyatakan bahwa pemilihan lokasi ini merupakan bukti kepercayaan internasional terhadap kesiapan infrastruktur ITDC dalam menyelenggarakan acara berskala global. Menariknya, festival ini digelar di tengah tren positif kunjungan wisatawan India yang kini menempati posisi lima besar pasar utama di kawasan The Nusa Dua, memperkuat posisi Bali sebagai destinasi yang inklusif.
Kemeriahan acara semakin memuncak dengan penampilan seni budaya yang energik dari berbagai kelompok tari seperti Rhythm of Rasa, Suradiva Art Studio, dan India in Bali. Alunan musik Bollywood yang dinamis berhasil memukau para penonton, menciptakan atmosfer perayaan yang autentik dan semarak. Penampilan para seniman ini menjadi pengantar yang sempurna sebelum memasuki puncak acara yang paling dinanti oleh seluruh peserta.
Puncak perayaan dimulai secara simbolis oleh Konsul Jenderal dan Direktur SVCC yang menandai dimulainya ritual lempar bubuk warna. Seketika, udara dipenuhi dengan awan warna-warni saat para peserta saling menaburkan bubuk Holi sambil menari mengikuti irama musik dari DJ. Tawa dan sorak-sorai memenuhi area festival, menghapuskan sekat sosial dan menciptakan ruang interaksi budaya yang penuh dengan semangat kebersamaan dan keceriaan.
Keberhasilan festival ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi budaya mampu menjadi instrumen pemersatu yang kuat di tengah keberagaman. Konsulat Jenderal India dan SVCC mengapresiasi seluruh mitra, relawan, dan peserta yang telah berkontribusi menjadikan Pulau Nusa Dharma sebagai ruang harmoni. Melalui perayaan ini, diharapkan pemahaman terhadap kekayaan tradisi India di Indonesia terus meningkat dan hubungan diplomatik antar kedua negara semakin kokoh melalui jalur kebudayaan. (M-001)










