Sembilan Pelukis Muda Badung Ramaikan Wimbakara Seni Lukis Wayang Klasik Bali PKB 2026

1000667012
Peserta lukis Wayang Klasik Duta Kabupaten Badung

DENPASAR-Fajarbali.com | Sebanyak sembilan pelukis muda asal Kabupaten Badung ambil bagian dalam Wimbakara Seni Lukis Wayang Klasik Bali yang merupakan salah satu rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di pelataran Museum Taman Budaya Art Center Denpasar, Senin (15/6).

 

Dari sembilan peserta tersebut, dua orang merupakan duta resmi Kabupaten Badung, sementara tujuh peserta lainnya mengikuti lomba melalui kategori umum setelah mendaftar secara mandiri melalui sistem yang disediakan panitia PKB.

 

Kedua duta Badung mendapat pembinaan khusus dari Sanggar Krisnarupa, Abianbase. Ketua Sanggar Krisnarupa, Ngurah Alit Kapakisan, mengatakan proses pembinaan telah dilakukan sejak Februari 2026 dengan fokus pada pendalaman tema, teknik menggambar, serta pewarnaan sesuai ketentuan lomba.

 

Menurutnya, para peserta terlebih dahulu diarahkan untuk memahami tema PKB tahun ini, yakni Atma Kerthi, sebelum memasuki tahap latihan sketsa dan penyempurnaan teknik pewarnaan.

 

“Persiapan dimulai dari penentuan tema yang menyesuaikan dengan tema PKB tahun ini. Setelah itu dilanjutkan dengan latihan membuat sketsa dan pewarnaan. Semua proses sudah kami maksimalkan dan semoga dapat memberikan hasil terbaik bagi Badung,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Made Adi Adnyana, menjelaskan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan dari sisi pendanaan, sedangkan pembinaan teknis peserta sepenuhnya dipercayakan kepada sanggar yang ditunjuk.

 

Ia menambahkan, Kabupaten Badung secara resmi hanya mengirim dua peserta sesuai kuota yang diberikan panitia PKB. Adapun tujuh peserta lainnya mengikuti lomba melalui kategori umum sehingga tidak termasuk dalam program pembinaan yang difasilitasi Dinas Kebudayaan.

 

“Kami memberikan dukungan dari sisi anggaran, sedangkan proses pembinaan dan pendampingan dilakukan oleh sanggar,” jelasnya.

BACA JUGA:  Sampah Masih Jadi Masalah yang Sulit Diatasi, TPS Desa Belum Memadai

 

Dalam kesempatan tersebut, dewan juri yang terdiri dari Made Yasana, Ni Made Rinu, dan Made Bendi Yudha juga memaparkan sejumlah ketentuan lomba. Wimbakara Seni Lukis Wayang Klasik Bali terbuka bagi peserta putra maupun putri berusia 13 hingga 18 tahun dengan jumlah peserta maksimal 100 orang.

 

Seluruh peserta diwajibkan mengenakan busana adat Bali madya selama perlombaan. Karya yang dihasilkan harus mengacu pada pakem seni lukis wayang klasik Bali bergaya Kamasan dan tetap relevan dengan tema PKB 2026.

 

Peserta diberikan waktu selama 180 menit untuk menyelesaikan karya di atas kertas ukuran A3 yang disediakan panitia. Sementara perlengkapan menggambar dan mewarnai dipersiapkan masing-masing peserta. Panitia juga melarang peserta membawa contoh gambar selama perlombaan berlangsung.

 

Aspek penilaian meliputi gagasan dan kreativitas, teknik pengerjaan, serta kesesuaian tema dan keutuhan karya. Dewan juri menegaskan bahwa kreativitas peserta tetap harus berpijak pada pakem dasar seni wayang klasik Bali.

 

“Pakem tokoh wayang tidak boleh diubah. Jangan sampai atribut tokoh Bima diganti menjadi atribut Kresna. Yang dapat dikembangkan adalah unsur estetika dan kreativitas visual tanpa menghilangkan karakter dasar tokohnya,” ujar Made Yasana.W-004

 

 

 

 

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top