Sanggar Seni Majalanggu, Banjar Padang Kerobokan, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara menampilkan “Arja Cupak” dalam Pergelaran Revitalisasi Kesenian Klasik di Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-46, Sabtu (6/7).
MANGUPURA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Sanggar Seni Majalanggu, Banjar Padang Kerobokan, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, menjadi Duta Kabupaten Badung dalam Pergelaran Revitalisasi Kesenian Klasik di Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-46. Dalam pentas yang dilaksanakan, Sabtu (6/7) di Kalangan Angsoka Art Center Denpasar, Sanggar Seni Majalanggu menyuguhkan “Arja Cupak”, yang sarat akan pesan moral selaras dengan tema PKB tahun ini “Jana Kerthi Paramaguna Wikrama” yang berarti harkat martabat manusia unggul.
Ketua Sanggar Seni Majalanggu, I Made Agus Adi Santika Yasa memaparkan dalam pementasan revitalisasi kesenian klasik pihaknya menampilkan pergelaran “Arja Cupak” yang mengacu para tema PKB tahun ini yaitu manusia unggul. Arja Cupak ini menggambarkan proses dari Cupak di dalam mencapai kesadaran dirinya untuk menjadi yang lebih baik.
“Diceritakan Cupak itu akan memerangi Garuda Agung di Kerajaan Gobag Wesi, yang mana secara filosofi Cupak itu mengalahkan kesombongannya. Garuda itu simbol kesombongan sehingga nanti setelah Cupak itu berhasil mengalahkan Garuda di sanalah disebut Cupak itu Cupak Jayeng Rana. Yang artinya Cupak itu menang di dalam peperangan, bukan semata-mata perang melawan musuh tetapi perang melawan dirinya sendiri, kebodohannya, kesombongannya,” tutur pria yang akrab dipanggil Agus Cupak karena kerap memerankan Cupak.










