BANGLI-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Selain kluster rumah tangga, perkembangan pandemic Covid-19 di Kabupaten Bangli juga mulai banyak menyasar kluster perkantoran.
Sesuai data dari Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Kabupaten Bangli, kluster perkantoran Pemkab Bangli yang sudah terpapar virus Corona kembali bertambah. Awalnya, dimulai dari Kantor Inspektorat Bangli. Berikutnya, di Disdukacapil.
"Satu orang pegawai di ruang pelayanan terkonfirmasi positif sehingga menyebabkan ruang pelayanan Disdukcapi sempat tutup sampai kemarin. Selanjutnya, Dinas Koperasi, Dinas Pertanian dan sekarang di BKPAD," ungkap Humas GTPP Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa, Selasa (09/02/2021). Informasinya, setidaknya ada lima pegawai di BKPAD yang diduga positif.
Pihaknya juga mengakui, secara akumulasi kasus Covid-19 di Kabupaten Bangli sejak beberapa minggu ini cenderung meningkat. Tindak lanjut dari itu, kata Dirgayusa, upaya yang dilakukan mengacu Permendagri tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro. 'Implmentasinya melalui penetapan zona untuk desa dan pemberlakuan masing-masing zona. Saat ini, itu masih kita godok," sebutnya.
Disebutkan, mengacu data perkembangan Covid di Kabupaten Bangli sejak sepekan terakhir, ada 9 desa di Bangli ditetapkan masuk zona merah pandemic Covid-19. Secara rinci, 9 desa yang masuk zona merah tersebar di Kecamatan Bangli terdapat 4 desa/kelurahan. Yakni, desa Tamanbali, kel. Kawan, Kubu dan Bebalang. Sedangkan satu desa, yakni desa Landih masuk zona orange.










