Lebih lanjut, Dewa Widarma mengaku, selama lima tahun terakhir, belum ada pasangan suami istri (pasutri) yang bercerai di wilayahnya. Pihaknya sangat senang dengan situasi ini karena tujuan dibentuknya Semara Ratih untuk memutus rantai perceraian yang cukup signifikan di Desa Tegal Mengkeb.
Program yang diapresiasi Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya ini juga terinspirasi kisah hidup sang perbekel. Ia adalah korban perceraian orang tua, bahkan hingga dua kali. “Untuk itu saya tidak mau ada warga saya yang bercerai. Cukup saya yang merasakan. Sekarang saya dan jajaran tinggal berupaya bagaimana membentuk keluarga-keluarga berkualitas,” tutupnya. (Gde)










