Sedangkan terkait Bendungan Katulampo yang berlokasi di Desa Beng, Sekda Wisnu Wijaya juga menyebutkan akan mengkaji terkait debit air yang dibutuhkan untuk penunjang pariwisata tersebut. Disebutnya volume air untuk air terjun, kemungkinan bisa diperkecil agar lebih banyak ke saluran irigasi.
“Pasti ada solusi, segala opsi kami pertimbangkan. Yang jelas kami akan melihat kepentingan yang lebih banyak, khususnya untuk kesejahteraan,” tutupnya.
Sebelumnya, disebutkan sekitar 240 hektar lahan di Subak Tegal Tugu mengalami krisis air irigasi. Sehingga sekitar 300 petani disana, hanya bisa menanam padi sekali dalam dua tahun dan bahkan ada yang sengaja ditelantarkan atau ditanami komoditas lain. Persoalan ini juga sudah pernah dibahas beberapa kali di Pemkab Gianyar dank e DPRD Gianyar, namun sampai saat ini belum ada penyelesaian, sehingga petani bisa bercocok tanam dengan normal.(sar)










