Sekda Gianyar Minta Dinas Pertanian Buat Kajian Terkait Krisis Irigasi di Subak Tegal Tugu

GIANYAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Persoalan menurunnya debit air untuk Subak Tegal Tugu, Kelurahan Gianyar, oleh Sekda Gianyar Mede Gede Wisnu Wijaya agar dicarikan solusi yang tepat.

Karena dengan menurunnya debit air ini, wilayah subak tersebut, menyebabkan petani hanya bias menikmati masa tanam sekali dalam dua tahun. “Melihat kondisi itu, saya prihatin. Beberapa waktu lalu sudah ada pertemuan membahas persoalan ini,” jelas Sekda Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya, Rabu (27/3/2018).

Wisnu Wijaya menyebutkan sudah memerintahkan ke Dinas Pertanian untuk membuat kajian yang matang, terkait kebutuhan air irgasi untuk subak Tegal Tugu tersebut. Dipaparkannya, dengan luas subak yang ada di Tegal Tugu, berapa debit air yang sesungguhnya dibutuhkan. “Kajian ini mesti dibuat Dinas Pertanian, kalau tidak bisa buat kajian, undang saja Tim Ahli,” terang Wisnu Wijaya. Hal ini juga dibandingkan dengan debit air irigasi yang ada saat ini.

Paling tidak, menurut Wisnu Wijaya petani di Tegal Tugu bias menikmati masa bercocok tanam padi sekali dalam setahun dan kalau memungkinkan dua kali dalam setahun. “Kalau masa tanam padi sekali dalam dua tahun, ini sangat berpengaruh pada kesejahteraan petani dan ketahanan pangan,” ungkapnya lagi. Kondisi ini menurutnya akan memicu alih fungsi lahan besar-besaran kedepannya. Sehingga pemilik lahan bias berdalih, karena lahannya kering maka dialih fungsikan, “Ini kekhawatiran saya, akan berakibat ke alih fungsi,” jelasnya lagi.

Sedangkan kepada Dinas PU Gianyar, Sekda Gianyar meminta untuk menginventarisir tingkat kebocoran pada saluran irigasi yang mengarah ke Subak Tegal Tugu. Dari inventarisasi itu, akan ketahuan berapa debit air yang terbuang dan berapa debit air yang bisa diselamatkan. Dengan inventarisasi itu, menurutnya akan keluar angka berapa biaya normalisasi saluran irigasi tersebut.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top