Seberapa Penting Peran Jurnalis saat Terjadi Bencana? Ini Ulasannya!

IMG-20251005-WA0004
Puluhan awak media/jurnalis di Bali mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Jurnalis Peliputan Bencana Alam di Quest Hotel San Denpasar, Sabtu (4/10/2025).

Dwi Wiratmaja menjelaskan tentang iklim di Bali. Diuraikan, total ada 118 titik pengamatan hujan di seluruh Bali. Ada yang mengirimkan data hujan tiap 10 hari, lantas kirimkan data sampai pelosok Nusa Penida, Klungkung. Juga terkait cuaca, iklim, curah hujan, sifat hujan, dasarian, el nino, dan la nina. ’’Normal hujan, nilai rata-rata hujan 30 tahun. Ada 20 zona musim di Bali, dari tahun 1991-2020,’’ bebernya.

Curah hujan January-Februari tinggi, dan naik lagi November- Desember. Artinya, fluktuatif, musim kemarau di pertengahan tahun, Juni sampai September. ’’Musim hujan Oktober- Desember sampai Februari. Jadi, pertengahan tahun musim kemarau,’’ jelasnya. 

Desi Purnami menguraikan tentang gempa dan tsunami. Menurutnya empa bumi tidak menunggu waktu, kalau sudah waktu, maka akan terjadi. Diumpamakan, ketika memanaskan air, maka air berputar. Ini terjadi arus konveksi. Begitu juga dengan di atas inti bumi, ada mantel, sifatnya seperti kayak aspal.

Desi menambahkan gempa bumi itu terjadi sehari minimal 10 gempa, tapi tidak semua dirasakan semakin kecil magnitudo semakin sering terjadi semakin besar semakin jarang. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top