IB Suamba sendiri berharap kondisi ini dapat dibenahi sehingga citra Ubud sebagai destinasi wisata internasional tidak tercoreng. Bukan saja dirinya terusik dengan kehadiran Gepeng tersebut, warga Ubud dan wisatawan juga sering mengeluhkan kondisi tersebut. “Perlu dilakukan pengawasan yang terus menerus sehingga tidak ada lagi Gepeng yang beroperasi di Ubud, hanya sayang kami sebagai camat tidak memiliki kewenangan dan hanya sebata menginformasikan ke Satpol PP,” jelasnya.
Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP ) Gianyar, Rabu (3/1/2018) mengamankan 17 Gepeng yang beroperasi di kawasan wisata Ubud. Kasatpol PP, Cokorda Gede Agusnawa menyebutkan dirinya mendapat laporan dari masyarakat dan langsung melakukan penertiban. “Begitu mendapat laporan, personil kami siapkan dan langsung menuju TKP,” jelas Cok Agusnawa.
Dikatakannya, dirinya sempat melakukan pengejaran kepada Gepeng yang beroperasi tersebut, namun personil Satpol PP tidak kehilangan akal, mengingat tempat-tempat yang biasanya mangkal sudah di petakan. Dikatakannya, dari operasi Gepeng Rabu (3/1/2018), Satpol PP berhasil mengamankan 17 Gepeng. Ke 17 Gepeng tersebut ditangkap di Jalan Sanggingan 5 orang, Jalan Ambengan 5 orang, jalan Cok Sudarsana 4 orang dan 3 orang di Pengosekan.
“Semua yang kami tangkap yang biasa beroperasi di kawasan Ubud,” terangnya. Dari yang terciduk tersebut, terdapat beberapa anak dibawah umur yang sengaja dijadikan tameng untuk menggepeng.
Dikatakannya lagi, semua Gepeng tersebut ada yang sudah dua atau tiga kali dipulangkan ke daerah asalnya. “Sebagian besar wajah-wajah lama, bahkan ada yang sudah dua kali kita pulangkan,” bebernya. Setelah Gepeng tersebut diamankan, Cok Agusnawa menjelaskan ke 17 orang tersebut di bawa ke Kantor Satpol PP dan selanjutnya didata. Diakui Cok Agusnawa sendiri, Gepeng tersebut sering mangkal di lokasi yang strategis dan ada banyak kunjungan wisatawan. “Kami ingin Gianyar bebas Gepeng, sehingga bila mendapat laporan, langsung kami tindak lanjuti,” jelasnya. Diakui, Gepeng tersebut sering berpindah tempat selain melakukan operasi di Ubud, bisa saja pindah ke Gianyar atau lokasi lain yang dianggap strategis.










