
Terdakwa Nyoman Supariani saat sidang di Pengadilan Negeri Denpasar didampingi Teddy Raharjo.Foto/eli
DENPASAR-Fajarbali.com|Sidang kasus dugaan kejahatan perbankan dengan terdakwa Nyoman Supariyani yang digelar di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (30/7/2023) dan masih mengagendakan pemeriksaan saksi makin memanas. Pasalnya, salah satu saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eddy Arta Wijaya dianggap memberikan keterangan palsu.
Saksi tersebut berinisial IMRD alias Yance. Teddy Raharjo kuasa hukum terdakwa menduga bahwa saksi Yance telah memberikan keterangan tidak benar saat bersaksi dalam sidang. Dimana menurut Teddy, dalam sidang saksi Yance membantah telah melakukan juga beli gedung kepada bank BPR KS Agung Sedana.”Saat ditanya saksi Yance mengingkari ada jual beli gedung,” sebut Teddy.
Padahal faktanya, hasil audit dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut ada transaksi jual beli antara saksi Yance dengan BPR.”Dan jual beli ini ada akta jual belinya yang ditandatangani oleh saksi Yance. Tapi dalam sidang saksi Yance malah mengaku tandatangannya dipalsukan,” ujar Teddy yang ditemui usai sidang. Lalu Teddy juga sempat menanyakan kepada saksi Yance kenapa tidak melaporkan ke Polisi jika menang tanda tangannya dipalsukan.
Dengan keterangan saksi yang dianggap tidak benar itu, Teddy berencana akan melaporkan saksi Yance ke Polisi dengan dugaan memberikan keterangan palsu dibawah sumpah. “Saya akan melaporkan saksi Yance ke Polisi karena kami anggap telah memberikan keterangan yang tidak benar,” sebut Teddy.










