Saat Risiko Iklim dan Bencana Meningkat, Bali Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Bangun Ketangguhan

Gerakan-Menanam-1-Juta-Pohon-Jadi-Benteng-Bali-Hadapi-Bencana
Gerakan menanam 1 juta pohon menjadi benteng Bali hadapi bencana.

DENPASAR-fajarbali.com | Di tengah meningkatnya frekuensi bencana dan dampak perubahan iklim, Bali semakin memperkuat pendekatan yang menempatkan kolaborasi sebagai fondasi utama ketangguhan daerah. Pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, komunitas, dan organisasi penyandang disabilitas kini memainkan peran yang semakin besar dalam upaya mengurangi risiko bencana dan melindungi masyarakat.

Komitmen tersebut menjadi benang merah dalam Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2026 Provinsi Bali yang diselenggarakan oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Bali bersama BPBD Provinsi Bali, dengan dukungan Program SIAP SIAGA, Kemitraan Australia–Indonesia untuk Manajemen Risiko Bencana.

Mengusung tema “Ngariksa Bumi Nusantara dalam Bali Era Baru: Hijau, Tangguh, dan Sejahtera”, peringatan ini mempertemukan berbagai pihak untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong aksi nyata menuju Bali yang lebih hijau, tangguh, dan siap menghadapi risiko bencana maupun perubahan iklim. Salah satu isu yang mengemuka adalah pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari strategi pengurangan risiko bencana.

Ketua FPRB Provinsi Bali, Suta Wijaya, menegaskan bahwa degradasi lingkungan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko berbagai bencana. “Banyak penelitian telah menyebutkan salah satu penyebab bencana karena adanya degradasi lingkungan. Jadi ketika kita menjaga alam lestari, tentu potensi bencana juga pasti menurun. Upaya ini kami implementasikan dalam Gerakan Bali Menanam,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top