Ritual Ngenteg Linggih Pura Agung Mpu Kuturan, Sebagian Besar Banten Dibuat Mahasiswa, Dipuput Enam Sulinggih

BULELENG, ritual ngenteg linggih-6948e006

 

Ketua STAHN Mpu Kuturan, Dr. I Gede Suwindia, S.Ag, M.Si mengatakan upacara Karya Agung Mamungkah/ Wraspati Kalpa Utama/Ngenteg Linggih dilaksanakan setelah pembangunan Pura Agung Mpu Kuturan tuntas dibangun. Pura dengan arsitektur ukiran khas Buleleng ini tergolong unik lantaran menggunakan bahan dari paras Abasan yang ada di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan. Suwindia berharap, pembangunan Pura Agung Mpu Kuturan tak hanya sebagai momentum peningkatan sradha bakti sivitas akademika kampus. Melainkan sebagai ikon pelestarian ukiran khas Buleleng yang perlahan mulai ditinggalkan.

 

Ia menambahkan, penamaan Pura Agung Mpu Kuturan tidak terlepas dari spirit tokoh suci Mpu Kuturan yang mampu menyatukan beragam sekte di Bali pada jaman dahulu serta menata kehidupan beragama Umat Hindu di Bali.“Kami sangat bangga sekali, astungkara berkat Ida Sesuhunan, Pura Agung Mpu Kuturan ini bisa terwujud meskipun melalui proses yang cukup panjang. Dan semoga ini semakin meningkatkan sradha bakti kami, dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai suci yang diwariskan Mpu Kuturan sehingga kedepannya lembaga ini senantiasa bisa melayani masyarakat dengan baik,” jelasnya.

 

Sementara itu, Dirjen Bimas Hindu, Nengah Duija mengapresiasi pembangunan Pura Agung Mpu Kuturan. Menurutnya, ini sebagai implementasi dari filosofi Tri Hita Karana, khususnya dalam hal Parahyangan. Dikatakan Duija, parahyangan Pura Agung Mpu Kuturan ini sangat tepat difungsikan sebagai lab praktik keagamaan dari seluruh sivitas akademika. Mantan Rektor UHN Bagus Sugriwa ini menyebut spirit nama besar harus mengacu pada nilai karakter Mpu Kuturan yang sebenarnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top