Ia menjelaskan bahwa kondisi jalan saat ini masih berupa jalan tanah tanpa lapisan aspal maupun rabat beton. Hal tersebut menjadi kendala utama bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama saat kondisi cuaca tidak mendukung. Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang tepat dan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.
“Akses jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer ini masih belum beraspal maupun rabat beton, sehingga cukup menyulitkan masyarakat. Ini memang perlu kita perhatikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa penanganan jalan tersebut akan dimasukkan dalam program prioritas pemerintah daerah ke depan. Jenis peningkatan yang akan dilakukan akan disesuaikan dengan hasil kajian teknis di lapangan, baik melalui pengaspalan maupun pembangunan rabat beton.
“Ke depan, jalan ini akan kita programkan karena sangat penting untuk konektivitas masyarakat, apalagi wilayah ini merupakan kawasan pertanian dan perkebunan,” tegasnya.
Sementara itu, Perbekel Bila Ketut Citarja menyampaikan harapan besar agar perbaikan jalan tersebut dapat segera direalisasikan. Selain akses jalan, masyarakat juga membutuhkan dukungan penyediaan air untuk subak guna menunjang produktivitas pertanian yang menjadi sektor unggulan di wilayah tersebut.
“Kami sangat mengharapkan bantuan dari bapak bupati dan wakil bupati untuk membantu perbaikan jalan ini, serta dukungan air untuk subak karena potensi pertanian kami cukup besar,” ungkapnya. @gus










