Sinergi Riset dan Industri: Membuka ruang kolaborasi riset, di mana hasil penelitian dari kampus dapat diadopsi dan didanai oleh industri milik pengusaha Hindu. Akses Lapangan Kerja dan Magang: Memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi lulusan perguruan tinggi Hindu untuk magang, belajar, dan berkarir di perusahaan-perusahaan global. Penyediaan fasilitas Pendidikan: Berperan sebagai donatur untuk penyediaan sarana dan prasarana penunjang Pendidikan Hindu.
“Mari kita bangun sinergi dan kolaborasi yang nyata. Dukungan dari para pengusaha sekalian adalah energi utama bagi keberlanjutan perguruan tinggi Hindu,” papar Rektor termuda di Bali ini.
Cok Bayu menambahkan, ketika para pengusaha Hindu sukses mendukung dunia pendidikan Hindu, maka roda perputaran kebaikan (Dharma) akan terus berputar. “Kampus Hindu yang maju akan melahirkan lulusan SDM Hindu berkualitas tinggi, dan lulusan terbaik inilah yang nantinya akan kembali memperkuat, menginovasi, dan memajukan bisnis Bapak/Ibu pengusaha sekalian di masa depan. Ini adalah investasi sumber daya manusia Hindu jangka panjang,” jelasnya.
Rektor UNHI berharap Global Hindu Business Conference yang diselenggarakan di UNHI ini menjadi tonggak sejarah baru, di mana kekuatan finansial dan kekuatan intelektual menyatu demi kejayaan Dharma dan kesejahteraan umat manusia (Jagadhita). Selamat berkonferensi.
“Semoga jaringan bisnis yang terbangun di sini membawa kebaikan untuk umat Hindu di seluruh dunia, dan semoga komitmen kita terhadap kemajuan pendidikan tinggi Hindu dapat segera terwujud,” tutupnya. [rel]










