Rektor Ingin Unhi Jadi Pusat Kajian Nilai Hindu

Damriyasa menambahkan, dengan seminar tersebut yang mengundang para pakar di bidang budaya dan seni dari Malaysia, dari LIPI dan juga pakar sejumlah negara lainnya diharapkan dapat menjadi wahana berbagi hasil-hasil penelitian yang ada kaitannya dengan agama, budaya dan seni sebagai ciri khas Unhi Denpasar. "Tema yang diangkat ini juga sangat menarik dibahas terkait kondisi Indonesia yang plural dengan berbagai agama penduduknya, agar antarumat agama bisa saling toleran," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Unhi Denpasar Prof Dr Phil I Ketut Ardhana mengatakan mendukung sejumlah upaya yang dilakukan pihak kampus setempat dalam upaya mendukung misi Unhi Denpasar menjadi pusat pengkajian budaya Hindu.

"Ini sangat penting, jadi kita tidak melihat bahwa Unhi itu adalah sebuah universitas agama saja. Kami memang berbeda tetapi bukan berarti kita tidak berdialog, bertanya jawab. Justru karena itu kita berdialog, untuk mengerti, memahami perbedaan, dan mencari persamaan itu," ucapnya.

Dalam seminar itu juga diisi penandatanganan MoU antara Unhi Denpasar dengan Indonesian Consortium for Religious Studies Universitas Gajah Mada. Sedangkan seminar diisi dengan pemaparan materi diantaranya oleh Dr Abhisek Joshi (dari International Center for Cultural Studies), Dr Hezri Adnan (Malaysia) dan Dr Dicky Sofjan (UGM). (gde)
 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top