Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi Undiksha

Serli lantas menampar pipi kiri pelaku sebanyak satu kali. Namun aksi itu kembali dibalas oleh pelaku Kodok, dengan menjambak rambut korban dan mendorong tubuh korban hingga terjatuh di kasur.

Proses pembunuhan pun terlihat pada adegan ke 24. Dimana pelaku Kodok mengambil bantal dan membekap korban, lalu mencekik leher korban pada adegan ke 27. Nyawa korban Serli pun melayang tepat di adegan ke 32.

Bahkan terkuak pada adegan ke 32 ini, sempat timbul niat pelalu Kodok untuk membuang jenazah Serli. Namun karena tidak tahu hendak dibuang kemana, akhirnya pelaku kodok pun menempatkan posisi korban Serli layaknya sedang tertidur.

Kepalanya diletakkan di atas bantal, lalu tubuhnya dibungkus dengan kain selimut. Akhirnya pada adegan ke 40, pelaku Kodok terlihat mulai menyesali perbuatannya. Dihadapan jenazah korban, pelaku Kodok meminta maaf, lalu mencium kening korban.

Hingga proses rekonstruksi berakhir pada adegan ke 46, dimana Kodok meninggalkan kos-kosan tersebut lalu kabur ke wilayah Tabanan. Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma mengatakan, proses rekonstruksi murni dilakukan atas kejadian yang sebenarnya alias tidak ada istilah rekayasa. Motifnya sebut Kompol Wiranata sudah jelas, yakni karena cemburu.

"Hasil urinenya memang positif karena pelaku ini mengonsumsi narkoba juga. Rekan-rekan narkoba dari Polres masih melakukan penyelidikan. Namun kasus ini murni tidak ada kaitannya dari itu (narkoba,red). Dia mengkonsumsi setelah atau sebelum kejadian yang jelas di luar daerah kami," jelasnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top