MANGUPURA-fajarbali.com | Quest Vibe Dewi Sri Bali, sebuah lifestyle hotel di bawah naungan Archipelago, turut memperingati Hari Raya Galungan dan Kuningan yang suci dalam tradisi Hindu Bali melalui serangkaian inisiatif pelestarian budaya. Sepanjang periode perayaan pada Juni 2026, hotel ini menghidupkan semangat kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan) dengan menghadirkan unsur budaya Bali yang autentik di seluruh area properti. Langkah ini diambil sebagai komitmen nyata manajemen dalam menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat apresiasi budaya lokal dalam operasional sehari-hari.
Sebagai representasi visual dari rasa syukur dan kemakmuran, dekorasi penjor tradisional tampak megah menghiasi berbagai area publik hotel. Penjor yang terbuat dari bambu melengkung, janur, dan persembahan simbolis ini bukan sekadar hiasan estetis, melainkan ikon sakral yang melambangkan keseimbangan spiritual. Kehadiran penjor ini mengedukasi para wisatawan yang datang mengenai kedalaman makna di balik setiap simbol keagamaan masyarakat Hindu Bali.
Tidak hanya dekorasi fisik, keterlibatan aktif para staf hotel dalam pembuatan penjor serta pembersihan area pura di lingkungan hotel menjadi sorotan utama. Kegiatan gotong royong ini mencerminkan implementasi langsung dari filosofi Tri Hita Karana, yaitu konsep universal tentang keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan. Budaya kerja berbasis kearifan lokal inilah yang terus ditanamkan kepada seluruh associate hotel.
“Perayaan Galungan dan Kuningan bukan sekadar tradisi tahunan bagi kami di Quest Vibe Dewi Sri Bali, melainkan momentum untuk merefleksikan kembali esensi Tri Hita Karana. Melalui aksi nyata para staf yang bergotong royong membuat penjor dan membersihkan area pura hotel, kami merawat hubungan harmonis sesama manusia (Pawongan) sekaligus menjaga kesucian hubungan kami dengan Sang Pencipta (Parahyangan). Semangat kebersamaan inilah yang menjadi fondasi kami untuk terus menyebarkan energi positif dan kedamaian kepada setiap tamu yang datang,” ujar Hotel Manager Quest Vibe Dewi Sri Bali, I Gusti Agung Ayu Widiastri (Astri).
Inisiatif ini juga menegaskan pandangan manajemen bahwa industri hospitality modern tidak boleh tercerabut dari akar budayanya. Pihak manajemen Archipelago selaku payung hukum hotel senada dalam mendukung langkah integrasi budaya ini sebagai nilai tambah bagi pariwisata Bali yang berkelanjutan. Hubungan yang erat antara operasional bisnis dan komunitas lokal dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga reputasi destinasi di mata dunia.
"Upaya ini mencerminkan keyakinan mendalam kami bahwa layanan perhotelan terbaik (hospitality) tidak hanya berfokus pada kualitas pelayanan fisik dan fasilitas semata, tetapi juga tentang bagaimana kita memberikan penghormatan tertinggi terhadap budaya, nilai-nilai masyarakat, dan tradisi lokal yang membentuk identitas unik dari destinasi itu sendiri," pungkas Astri. (M-001)









