Kadis Kebudayaan I Gede Eka Sudarwitha seusai rapat mengatakan rangkaian Tawur Agung Kesanga bermakna untuk menyucikan lingkungan, alam jagad raya beserta segala isinya guna menyambut Catur Brata Penyepian Caka Warsa 1942 yang juga diisi dengan perlengkapan upakara Prayascita Gumi dan Dirgayusa Gumi sebagai salah satu ritual dan doa untuk memohon Kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar wilayah Kabupaten Badung dan seluruh alam ini dihindarkan dan dijauhkan dari segala macam wabah penyakit seperti, Virus Covid-19, virus yang menyerang babi dan wabah lainnya termasuk mara bahaya dan bencana alam.
Ditambahkan Tawur Agung Kesanga dilaksanakan untuk pembersihan Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit yang dilaksanakan oleh Tri Manggalaning Yadnya yaitu : Yajamana dari Pemerintah Kabupaten Badung yang bekerjasama dengan Desa Adat Blahkiuh dalam mempersiapkan sarana upakara, upacara dan wewangunan, Sang Adiksani yaitu Wiku Yajamana/Wiku Tapini, dan Mancagra yaitu Prawartaka dari seluruh elemen yang terkait di bidang Keagamaan dan Adat di Kabupaten Badung. "Tingkatan upakara adalah menyesuaikan dengan tahun sebelumnya yang mengacu kepada edaran dan ketentuan dari PHDI Kabupaten Badung dan utamanya arahan Paruman Sulinggih Kabupaten Badung, yaitu Upacara Tawur Agung Kesanga," katanya.
Terkait dengan pelaksanaan piodalan di Pura-Pura dan Pamerajan yang bertepatan dengan Rahina Buda Kliwon Pahang (Hari Nyepi) menurut mantan Camat Petang ini agar pujawali dapat dilaksanakan dan selesai sebelum pukul 06.00 Wita sehingga selanjutnya dapat dilaksanakan Catur Brata Penyepian.(rilis).










