Rakorda Bangga Kencana 2026, Kupas Persoalan dan Solusi Kependudukan di Bali

IMG-20260310-WA0003
Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Provinsi Bali Tahun 2026, di Denpasar, Selasa (10/3).

"Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan keberlanjutan pelestarian budaya serta regenerasi masyarakat Bali," paparnya.

Selain itu, isu stunting turut menjadi perhatian dalam Rakorda tersebut. Meski Bali tercatat sebagai provinsi dengan angka stunting terendah di Indonesia, upaya penurunan angka tersebut tetap harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama lintas sektor, termasuk dinas kesehatan, pemerintah daerah, dan berbagai organisasi terkait.

Gubernur Bali yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BKKBN dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana di Bali.

Ia menjelaskan bahwa program pembangunan keluarga memiliki keterkaitan erat dengan visi pembangunan daerah Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang bertujuan menjaga keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan Bali.

"Konsep tersebut sejalan dengan nilai Tri Hita Karana yang menekankan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan," pungkasnya.

Menurut Ayu Aryani, keluarga merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter dan kualitas sumber daya manusia. Melalui penguatan ketahanan keluarga, pola pengasuhan yang baik, serta pendidikan nilai agama dan budaya sejak dini, diharapkan dapat melahirkan generasi Bali yang berkarakter, berintegritas, dan berdaya saing.

"Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Bali diperkirakan mencapai 4,48 juta jiwa pada tahun 2026. Di sisi lain, Bali juga tengah memasuki periode bonus demografi yang ditandai dengan dominasi penduduk usia produktif, sekaligus menghadapi fenomena penuaan penduduk," jelasnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top