DENPASAR-fajarbali.com | Tokoh Bali, sekaligus Bendesa Adat Ubud Tjokorda Raka Kerthyasa (Tjok Ubah) berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan di Fakultas Ilmu Agama, Seni dan Budaya Universitas Hindu Indonesia (Unhi) pada sidang terbuka Promodi Doktor di Aula Lantai III Gedung Rektorat Unhi Sabtu 30 Agustus 2025.
Mertua Happy Salma ini berhasil mempertahankan disertasinya dihadapan sebelas dewan penguji. Tema Disertasi yang diangkat sangat menarik yakni Aktualisasi Ajaran Catur Marga Yoga dalam Karya Agung di Desa Adat Ubud, Gianyar.
Ada beberapa latar belakang yang melandasi Tjok Ibah mengangkat topik tersebut. Dalam ajaran agama Hindu, kesempurnaan hidup dan penyatuan dengan Tuhan bisa dicapai melalui beberapa jalan yang dikenal dengan ajaran Catur Marga Yoga yakni Karma Yoga, Bhakti Yoga, Jnana Yoga, dan Raja Yoga.
Empat jalan mencapai kesatuan dengan Tuhan itu memiliki posisi sejajar, tidak ada yang lebih rendah atau yang lebih tinggi. Keempatnya memiliki value atau nilai yang sama apabila dilakukan dengan konsentrasi dan ketulusan penuh.
Jadi tidak ada yang lebih tinggi posisinya daripada yang lain, keempatnya merupakan satu kesatuan jalan untuk mencapai kesempurnaan atau kesatuan dengan Tuhan.
Seperti disampaikan Rsi Dharmakirti dalam Upadesa, semuanya akan mencapai tujuannya, asal dilakukan dengan tulus ikhlas, ketekunan, kesujudan, kesungguhan dan tanpa pamrih (Sudharta dkk, 2022: 35-36).
Namun dalam perkembangannya, menurut Tjok Ibah, terjadi interpretasi yang berbeda terhadap ajaran Catur Marga Yoga ini. Ada upaya memisahkan antara jalan satu dengan jalan yang lainnya.










