Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek, Iwan Syahril saat pembukaan Gateways Study Visit Indonesia 2024 di The Meru Sanur, Denpasar-Bali.
DENPASAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Kehadiran teknologi digital, seperti Platform Merdeka Mengajar (PMM) berhasil membantu lebih dari 4 juta tenaga pendidik dalam meningkatkan kompetensi mengajar yang sesuai dengan kebutuhan murid. Di sisi lain, Rapor Pendidikan telah membantu lebih dari 80 persen kepala sekolah dalam merencanakan pembenahan sekolah yang lebih efisien.
Melalui pengembangan selama lima tahun terakhir, ekosistem teknologi yang saat ini telah dikembangkan berfokus untuk mengembangkan kemampuan guru dan pendamping sehingga dapat mengajar murid dengan lebih baik. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Iwan Syahril, pada sesi Deep Dive 1: "PreK12 Tech Ecosystem: Empowering Educational Actors and Revolutionizing Learning Culture" di hari pertama penyelenggaraan Gateways Study Visit Indonesia (GSVI) 2024.
Iwan menyoroti bahwa selama pandemi Covid-19, Indonesia menempati posisi kedua secara global sebagai negara yang mengalami kehilangan pembelajaran (learning loss) sebanyak 644 hari. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengintervensi transformasi pendidikan melalui Merdeka Belajar, yang membawa visi untuk menciptakan pemelajar sepanjang hayat (lifelong learners) berkarakteristik baik dan berdasar pada ideologi Pancasila.











