Purwa Carita Campuhan, Kompetisi Ide Cerita Film Pendek Tentang Pelestarian Lingkungan dari Cerita Rakyat Bali

Campuhan - Online-0e4d3073

Konferensi pers Purwa Carita Campuhan, Senin (29/8).

 

DENPASAR – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Yayasan Puri Kauhan Ubud bekerja sama dengan Minikino (Organisasi Festival Film Pendek) mengadakan kompetisi film pendek yang mengambil inspirasi dari cerita rakyat Bali dengan tema pemuliaan air dan pelestarian alam-lingkungan di Bali.  Kompetisi yang masih dalam rangkaian acara Sastra Saraswati Sewana tersebut akan memberikan apresiasi berupa dana produksi masing-masing 25 juta rupiah bagi 5 ide film pendek terbaik. Tujuan kompetisi ini, yaitu memperkenalkan kearifan lokal masyarakat Bali dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.

"Mengapa cerita rakyat? ini penting sekali untuk saya sampaikan bahwa masyarakat Bali ketika berbicara tentang budayanya atau berbicara tentang sistem keyakinannya, itu tidak hanya merujuk pada teks atau lontar saja, tetapi biasanya merujuk pada mitologi, cerita-cerita yang berkembang dan tumbuh di dalam masyarakat. Dan itu ada terjadi di berbagai tempat di Bali. Kepercayaan atau pengetahuan yang muncul bukan karena membaca teks saja,  namun juga karena banyak mendengar cerita atau mitologi," ujar Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud AAGN Ari Dwipayana saat konferensi pers di Bali, Senin (29/8/2022)

Ari menilai, cerita-cerita rakyat yang berkembang di masyarakat Bali banyak mengandung pesan yang luar biasa, terutama tentang konservasi lingkungan serta konservasi budaya. Misalnya, cerita tentang hutan larangan/alas kekeran,  suatu kawasan hutan yang dilindungi secara adat. Ada aturan tidak tertulis dengan wahana cerita rakyat, seperti tumbuhannya tidak boleh dipetik dan  jika dipetik dapat membuat pemetiknya tersesat  dan banyak  cerita lainnya. Pesannya jelas,  manusia harus menjaga alam dan tidak boleh merusaknya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top