Publik Diharapkan Berpartisipasi dalam Pekan Iklim Bali 2026

IMG-20261011-WA0027
Gubernur Bali Wayan Koster dalam konferensi pers Pekan Iklim Bali 2026 yang diselenggarakan oleh Koalisi Bali Emisi Nol Bersih bersama Pemerintah Provinsi Bali, Minggu (11/10/2026) di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar. [foto: fb/ist]

Konferensi pers ini turut dihadiri oleh Direktur Eksekutif ViriyaENB, Suzanty Sitorus serta Country Director WRI Indonesia, Nirarta Samadhi sebagai Anggota Komite Pengarah Koalisi Bali Emisi Nol Bersih, penyelenggara dari Pekan Iklim Bali 2026. 

Mengangkat tema “Gerakan Iklim Daerah: Memaknai Transisi Berkeadilan untuk Semua”, kegiatan ini akan berlangsung pada 13–17 Oktober 2026. Selain diadakan di Kawasan Rendah Emisi Sanur, akan diadakan kunjungan langsung di berbagai daerah lainnya di Bali seperti Canggu, Kintamani, Wanagiri, Gianyar, dan Kusamba.  

Sebagai bentuk aksi iklim daerah, KRE membutuhkan pelibatan masyarakat secara bermakna, baik dalam perencanaan, penerapan, hingga pengawasannya. 

Anggota Komite Pengarah Koalisi Bali Emisi Nol Bersih, Nirarta Samadhi, menambahkan, tantangan mobilitas di Bali merefleksikan karakteristik lanskap dan pola perpindahan warga di tiap kawasan. 

Sebagai sebuah strategi, penerapan Kawasan Rendah Emisi perlu dirumuskan bersama dengan perwakilan seluruh elemen masyarakat yang ada dalam kawasan tersebut. 

"Kerja kolaboratif antara pemerintah kota, desa, desa adat, komunitas/kelompok masyarakat menjadi kunci keberhasilan penerapan perbaikan mobilitas di KRE Sanur," ungkap Nirarta. 

Selain pelibatan dan dukungan dari masyarakat, pemerintah daerah juga perlu aksi konkret dalam mewujudkan komitmen. Direktur Eksekutif ViriyaENB, Suzanty Sitorus, menyampaikan penetapan Kawasan Rendah Emisi di Bali menjadi wujud nyata dari komitmen Emisi Nol Bersih pada 2045. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top