DENPASAR-fajarbali.com | Kawasan Rendah Emisi (KRE) Sanur menjadi tuan rumah Pekan Iklim Bali 2026. Pekan iklim kembali hadir sebagai momentum bersama bagi semua orang dalam mendorong gerakan aksi iklim daerah.
Pekan Iklim Bali ingin mengajak peserta menggunakan jalur pejalan kaki, sepeda kayuh, hingga shuttle listrik Intaran untuk mencapai lokasi kegiatan.
Sebelum memasuki hari H, panitia melakukan audiensi dengan Gubernur Bali Wayan Koster, diakhiri dengan konferensi pers di Rumah Jabatan Gubernur Jayasabha, Denpasar, Minggu (11/10/20206).
Gubernur Koster menyatakan, Pekan Iklim Bali di Kawasan Rendah Emisi Sanur sebagai wadah bagi setiap daerah untuk berbagi pandangan dan strategi dalam merespon perubahan iklim.
Menurut Koster, daerah harus menjadi yang terdepan dalam mendorong aksi iklim dan harus didukung penuh oleh pemerintah pusat, mitra pembangunan, serta lembaga-lembaga internasional.
"Kami bangga Bali menyelenggarakan Pekan Iklim," kata Gubernur Koster dalam konferensi pers Pekan Iklim Bali 2026 yang diselenggarakan oleh Koalisi Bali Emisi Nol Bersih bersama Pemerintah Provinsi Bali.
Gubernur Bali membeberkan ada enam titik lokasi yang dipilih sebagai Kawasan Rendah Emisi, yakni Ubud, Kepulauan Nusa Penida, Nusa Dua, Kuta, Sanur, serta Kawasan Cagar Budaya Gajah Mada Kota Denpasar.
"Keenam lokasi itu merupakan kawasan yang ditetapkan merupakan kawasan yang ditetapkan. Kerthi Bhumi Satwika bukan sekadar nama kawasan melainkan perubahan arah pembangunan untuk memastikan keselarasan alam, budaya, dan manusia," ujarnya.










