Diharapkan juga pohon-pohon perindang yang sudah berdiri kokoh di seiktar lokasi hendaknya dijaga kelestariannya, alias jangan ditebang. Dari wakil masyarakat Banjar Kelod Kangin Nyoman Sukartha yang merupakan seorang dokter serta salah satu Pemangku di Taman Prakerti Bhuana, memberikan masukan kepada pengelola agar nantinya bisa ditata atau ditambah ruang untuk kawula muda, berupa spot-spot untuk melakukan kegiatan seperti camping.
Pak Nyoman juga sangat mengapresiasi kegiatan yang difasilitasi oleh PDIL Pasca Unud ini, terutama memberikan tambahan wawasan bagi pengelola untuk pengembangan objek wisatan dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan.
Cipta Sudewa perwakilan mahasiswa mengaharapkan agar Kanto Lampo bisa menjadi brand image Desa Beng.
Dari segi kebijakan Cipta menyoroti, agar Perda Tata Ruang baik RTRW maupun RDTR Kabupaten Gianyar hendaknya mendukung eksistensi Kanto Lampo sehingga keberadaannya tetap eksis tidak tergerus fungsi pembangunan lainnya.
Ditambahkan juga makna Kanto Lampo mesti bisa menjadi hal yg dominan di area objek wisata ini dan tidak menjadi tanaman yg minor, bahkan mestinya digali kearifan lokal yang ada pada tanaman tersebut.
Diskusi ditutup oleh Kadek Ariana Kelian Dinas Banjar Kelod Kangin, mengungkapakan sangat beruntung dipilihnya Objek Wisata Kanto Lampo sebagai lokasi pengabdian, karena diperolehnya ide-ide dan masukan dari peserta khususnya dosen-dosen yang hadir yang sebagian besar sudah bergelar guru besar serta menempati posisi-posisi strategis di pemerintahan seperti staf ahli gubernur.










