Selain itu, tambah Prof. Gelgel, untuk menjaga profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas, Panitia Seleksi menetapkan tujuh kriteria kompetensi utama sebagai parameter penilaian Calon Rektor UNHI, yaitu:
1. Nilai-nilai dan Budaya (Bobot 15 %),
2. Visi dan Strategi (Bobot 15 %),
3. Akademik – Tridharma Perguruan Tinggi (Bobot 15 %),
4. Kepribadian dan Kepemimpinan (Bobot 20 %),
5. Manajemen dan Tata Kelola (Bobot 15 %)
6. Jejaring dan Kemitraan (Bobot 10 %)
7. Bisnis, Teknologi, dan Inovasi (Bobot 10 %)
Selain itu, lanjut Prof. Gelgel Pansel menerapkan metode Assessment Centre yang dicirikan oleh penggunaan multi-metode dan multi-penilai. Metode yang digunakan meliputi Psikometri, Self-Description Assessment, Studi Kasus, Leaderless Group Discussion (LGD), Presentasi Visi, Misi, dan Komitmen Memajukan UNHI, serta Wawancara Terpadu.
“Seleksi Calon Rektor UNHI ini dibuka untuk publik warga Hindu yang memiliki pendidikan minimal Doktor (S3). Keterbukaan ini meneguhkan niat Badan Penyelenggara dalam membangun UNHI menuju kampus global berlandaskan Dharma," kata Prof. Gelgel, Selasa (28/10/2025).
Ia mengungkapkan, sebanyak 10 orang Bakal Calon Rektor UNHI telah terdaftar dan mengikuti tahap Seleksi Administrasi. Berpedoman pada Pasal 54 Ayat (5) tentang Persyaratan Calon Rektor, dalam Rapat Pleno Pansel tanggal 25 September 2025 ke-10 Bakal Calon Rektor dinyatakan lolos Seleksi Administrasi dan ditetapkan menjadi Calon Rektor UNHI dan berhak mengikuti Seleksi Fit and Proper Test.
Kembali dijelaskan, Rapat Pleno Pansel juga memutuskan Seleksi Fit and Proper Test dilakukan menggunakan metode Assessment Centre untuk mengoptimalkan objektivitas proses seleksi. Assessment Centre dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 20 Oktober 2025 sampai 22 Oktober 2025 di Aula Indraprasta Lantai III Rektorat UNHI.










