Perbandingan pembuatan eco-enzyme 1:3:10, yaitu 1 bagian gula merah atau molase, 3 bagian sampah organik, dan 10 air. Lalu ditutup secara rapat, tiap hari selama dua minggu wadah dibuka sedikit saja lalu ditutup kembali. Kemudian dibiarkan selama 90 hari, lalu cairan tersebut bisa digunakan.
Dalam proses fermentasinya saja, sudah terus dihasilkan gas O3 (ozon) yang sangat dibutuhkan atmosfer bumi. Larutan ekoenzim bila dicampur dengan air, akan bereaksi serta dapat digunakan sebagai cairan pembersih mulai dari piring, lantai, pakaian, kakus, sampai dengan pencuci rambut dan sabun mandi. Bila dibutuhkan, juga bisa melancarkan saluran air yang tersumbat.
Campuran dengan air bila digunakan untuk menyiram tanaman akan memberi hasil buah, bunga, atau panen yang lebih baik. Kabarnya juga dapat mengusir serangga-serangga pengganggu. Ampas sampah organik yang sudah difermentasi bisa digunakan sebagai pupuk organik yang baik.
Dan fungsinya bagi lingkungan tentu juga sangat banyak. Dalam proses fermentasinya saja, sudah terus dihasilkan gas O3 (ozon) yang sangat dibutuhkan atmosfer bumi . (Sudarsana)










