“ Kami mengadakan pelatihan bagi kader Pokdarwis dan Pokdalingdastan. Pelatihan ini adalah pelatihan pembuatan eco ensym yang saat ini sedang ramai dilaksanakan sebagai kegiatan untuk pengurangan sampah organik dalam sekala rumah tangga. Kegiatan ini mendukung kegiatan PKW Titab Ularan dalam mewujudkan wisata rekreasi dan wisata tirta. Pada sisi lingkungan, mengedukasi masyarakat kususnya kader Pokdarwis dan Pokdarlidastan di wilayah ini , kader kader ini diharapkan menjadi corong dimasyarakatnya masing masing untuk mengedukasi masyarakat lain mengolah sampah orgnaik yang ada di lingkungan rumah tanggga masing masing menjadi eko ensym yang sangat berguna untuk kehidupan sehari hari, misalnya untuk pupuk, disenfektan, hand sanitizer , ngepell lantai dan lain lainya. Tujuan utama di wilayah inilebih menekankan pengurangan pembuangan sampah organik menuju sungai, “ papar Agus Wijaya.
Ditambahkannya, , eco-enzyme juga bisa berfungsi sebagai cairan pembersih kaca dan kamar mandi. Eco-enzyme juga efektif membunuh bakteri dan kuman, sehingga dimanfaatkan sebagai disinfektan. Cairan ini sangat tidak disukai kecoa, semut, lalat dan nyamuk. Sehingga cocok dipakai sebagai pengusir hama. Selain itu, bisa juga dipakai sebagai pupuk tanaman. Dengan mencampurkan air secukupnya, dan eco-enzyme bisa jadi pupuk organik.
Salah seorang peserta pelatihan pembuatan eco-enzyme, Ida Kade Mantra Kemenuh mengaku senang bisa mengikuti pelatihan pembuatan eco-enzyme ini. Dengan mengikuti pelatihan ini, ia mengaku pengetahuannya semakin bertambah. “ Saya sangat antusias mengikuti program ini dan eco ensym ini akan saya coba untuk terapkan untuk keperluan rumah tangga dan akan saya coba aplikasikan untuk pupuk, pestisida dan perangsang tumbuh tanaman kebun buah milik saya,” ungkapnya.










