PKKMB 2026 Unwar Dirangkai Pembukaan Dies Natalis Ke-42, Sebanyak 3.404 Warmadewa Muda Bergabung

IMG-20260902-WA0002
Sebanyak 3.404 mahasiswa baru atau Warmadewa Muda Universitas Warmadewa (Unwar) mengikuti PKKMB tahun akademik 2026, Selasa (1/9) di halaman kampus. ist

*Dari 3.404 mahasiswa baru Warmadewa Muda tersebut, Fakultas Hukum menerima 613 mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 1.295 mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 150 mahasiswa, Fakultas Sastra 118 mahasiswa, Fakultas Teknik dan Perencanaan 574 mahasiswa, Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi 83 mahasiswa, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 240 mahasiswa, serta Program Pascasarjana 230 mahasiswa.

DENPASAR-fajarbali.com | Sebanyak 3.404 mahasiswa baru atau Warmadewa Muda Universitas Warmadewa (Unwar) mengikuti rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2026. PKKMB tingkat universitas yang berlangsung selama 2 hari ini juga diikuti 164 mahasiswa susulan.

PKKMB resmi dibuka oleh Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP., sekaligus dibukanya Dies Natalis ke-42 Unwar, Selasa (1/9). Pada hari pertama PKKMB, diisi oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. Kepala BNNP Bali serta 5 narasumber lainnya. 

Kehadiran Gubernur Lemhannas didampingi Wakil Gubernur Lemhannas RI Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma, Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas RI Mayjen TNI Raden Djaenudin Selamet, S.E., Direktur Sosialisasi dan Media Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Debidtaplaikbs Lemhannas RI Brigjen Pol Syahril Saharda, S.I.K., M.Si.,serta Inspektur Lemhannas RI Brigjen Pol Udin Zainudin, S.I.K., M.H.

Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP., mengatakan PKKMB menjadi wahana penting untuk membantu Warmadewa Muda beradaptasi dari kehidupan sebagai siswa menuju mahasiswa yang lebih dewasa, mandiri, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, melalui PKKMB mahasiswa tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus, fakultas, dan program studi, tetapi juga dibekali informasi mengenai sistem pendidikan, baik bidang akademik maupun nonakademik.

“PKKMB merupakan wahana untuk memperkenalkan dan mempersiapkan mahasiswa baru dalam proses transisi dari siswa menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri, serta mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungannya yang baru di universitas, fakultas dan program studi,” ujar Prof. Pandit.

BACA JUGA:  Maybank Indonesia Bersama PJI, Edukasi 2000 Siswa dan Guru Melek Literasi Keuangan lewat Program

Ia mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Warmadewa Muda untuk memahami berbagai aspek kehidupan akademik di Unwar sehingga dapat menjalani pendidikan secara baik dan menyelesaikannya tepat waktu.

Dari 3.404 mahasiswa baru Warmadewa Muda tersebut, Fakultas Hukum menerima 613 mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 1.295 mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 150 mahasiswa, Fakultas Sastra 118 mahasiswa, Fakultas Teknik dan Perencanaan 574 mahasiswa, Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi 83 mahasiswa, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 240 mahasiswa, serta Program Pascasarjana 230 mahasiswa.

Dengan tambahan mahasiswa baru Warmadewa Muda tersebut, jumlah student body Unwar tahun ini mencapai 14.640 mahasiswa. Sementara jumlah alumni Unwar hingga saat ini tercatat 48.609 orang yang telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia maupun mancanegara.

Dalam kesempatan itu, Prof. Pandit juga memperkenalkan nilai atau spirit yang menjadi ciri khas Unwar, yakni Sapta Bayu. Tujuh nilai tersebut akan menjadi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa selama menjalani kehidupan kampus.

Sapta Bayu terdiri atas Religious, yang mencerminkan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa; Leadership, yakni pengembangan jiwa kepemimpinan Asta Brata; Dedication, berupa pengabdian kepada almamater, masyarakat, bangsa dan negara berdasarkan Pancasila; serta Excellence, yakni semangat untuk unggul dalam berkarya.

Selanjutnya, Integrity, yaitu menjunjung tinggi kejujuran dan integritas dalam berpikir, berkata dan bertindak; Diversity, berupa sikap menjaga dan menghormati keberagaman untuk memperkuat persatuan dan kesatuan; serta Environment, yakni wawasan lingkungan yang berlandaskan Tri Hita Karana.

Prof. Pandit menambahkan, Warmadewa Muda juga akan diajak terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-42 Unwar. Rangkaian perayaan tersebut dimulai hari ini dan akan berlangsung hingga puncak perayaan pada 17 September mendatang.

BACA JUGA:  Pira Erawati Doktor ke-29 UPMI, Kupas Rejang Kahyangan dan Baris Ireng

Berbagai kegiatan telah disiapkan, antara lain pameran produk hasil olahan, food truck, festival kopi, kompetisi olahraga, gerak jalan santai dengan hadiah door prize, Wisuda Sarjana ke-81, seminar internasional, hingga puncak Dies Natalis ke-42 yang dirangkai dengan hiburan dan pemberian penghargaan kepada civitas akademika berprestasi.

Sementara itu, Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si., menegaskan bahwa mahasiswa baru Warmadewa Muda kini telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar Unwar dan Yayasan Shri Kesari Warmadewa.

Dikatakan, kehadiran Warmadewa Muda sebagai anggota keluarga yang baru lahir dan akan memberikan warna, kehidupan, serta semangat baru bagi lingkungan kampus. Menurutnya, status sebagai mahasiswa membawa konsekuensi perubahan karakter dan tanggung jawab. Jika sebelumnya berstatus siswa, kini mereka dipandang sebagai pribadi yang semakin dewasa dan mandiri serta memiliki tanggung jawab untuk mengelola dan mengembangkan potensi diri.

Karena itu, ia meminta mahasiswa menjadikan kampus sebagai rumah kedua. Selain menjadi tempat memperoleh ilmu, kampus juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun pertemanan, memperluas pengalaman, mengenali lingkungan, serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah lulus.

“Jadikan Kampus Warmadewa ini sebagai rumah kedua kalian karena di sinilah kalian akan bertumbuh dan berkembang untuk menjadi sesuatu di masa yang akan datang,” katanya.

Prof. Wisnumurti juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan menempuh pendidikan tinggi. Menurutnya, perjuangan orang tua dalam membiayai pendidikan anak harus dibalas dengan kesungguhan belajar dan upaya meraih prestasi.

Ia meminta mahasiswa menggunakan waktu selama berada di kampus sebaik mungkin, mengenali lingkungan akademik, serta membangun karakter sebagai bekal ketika nantinya terjun ke masyarakat dan memasuki dunia kerja.

BACA JUGA:  Kupas Restoratve Justice Pascarevisi KUHP, FH UNR Hadirkan Wakajati dan Kepala PN Bangli

Lebih jauh, Prof. Wisnumurti menekankan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai Sapta Bayu dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan kampus, tetapi harus dinormalisasikan dalam perilaku mahasiswa, baik di lingkungan perguruan tinggi, masyarakat maupun keluarga.

“Nilai-nilai Sapta Bayu yang selalu kita tanamkan kepada seluruh civitas akademika merupakan fondasi dalam membentuk karakter kalian untuk berjuang di mana pun kalian berada,” tegasnya.

Ia berharap Warmadewa Muda mampu memanfaatkan masa kuliah sebagai fase penting untuk mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus membentuk karakter, sehingga setelah menyelesaikan pendidikan dapat hadir sebagai sumber daya manusia yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara. [gde]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top