Adanya angin kencang dan hujan lebat, tempat tinggalnya tak kuat menahan terjangan angin sehingga roboh rata dengan tanah. Semenjak saat itu, Sukamba bersama istri, Ni Made Mustini, (47) dan satu orang anaknya, Pande Made Sastrawan menumpang tinggal di rumah Kelian Banjar Dinas Bukit Sari, Agus Suminarsa. Sukamba dan istri yang kesehariannya pekerja serabutan, yang penghasilan dari kerjanya tersebut hanya mampu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penderitaan keluarga ini ditambah dengan musibah yang menimpa anaknya beberapa minggu lalu saat bekerja memotong dahan pohon di wilayah Desa Beng. Kejadian tersebut membuat tangan kirinya nyaris terpotong oleh mesin sensor yang membuatnya kini tak leluasa beraktifitas.
Dikatakan Rochineng dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Gianyar yang merupakan daerah pariwisata, dirinya juga akan bersinergi dengan pihak-pihak yang berkompeten baik BUMD maupun pihak swasta lainnya. Begitu juga dengan mendorong partisipasi warga sekitar, dalam hal pengerjaannya bisa dilakukan dengan cara gotong-royong.
Kodisi yang serupa juga ditemui saat Rochineng melihat langsung rumah Wayan Tinggal, asal Banjar Roban, Desa Siangan. Dimana rumah yang dihuni tidak layak disebut rumah. Rumah yang ditempati semi permanen. PJ Bupati Rochineng juga menyebutkan akan memberikan bantuan rumah layak huni dalam waktu dekat. “Secepatkan akan kita salurkan bantuan rumah layak huni, sebagai salah satu program pengentasan kemiskinan,” pungkasnya. (sar)










