Universitas akademik dan vokasi mempunyai kekuatan yang sama. Namun demikian, vokasi mempunyai ruang yang jauh lebih besar untuk diserap industri.
Ke depan, daya saing pendidikan vokasi juga ditentukan oleh keterlibatan industri, fasilitas pembelajaran yang menyerupai lingkungan kerja sebenarnya, sertifikasi kompetensi, penelitian dan inovasi, sustainability, teknologi digital, serta pemanfaatan AI.
Dalam seminar tersebut, Dr. Paulus Herry Arianto mengangkat tantangan yang lebih spesifik pada pendidikan hospitality, terutama kesenjangan antara pembelajaran di institusi pendidikan dengan kompetensi yang dibutuhkan dalam operasional luxury hospitality.
Sebagai salah satu pendekatan untuk menjawab tantangan tersebut, PIB College mengembangkan Executive Management Program (EMP) dengan konsep Industry-Integrated Learning. Program ini menghubungkan pembelajaran akademik dengan pengalaman industri melalui model Learning, Experiencing, and Managing Hospitality.
Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai hospitality, tetapi memperoleh pengalaman melalui proyek supervisidan management trainee. Penilaian juga mencakup tanggung jawab nyata, interaksi profesional, kemampuan memecahkan masalah, serta performa di lingkungan hospitality.
Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana kolaborasi pendidikan dan industri dapat membawa lingkungankerja nyata menjadi bagian dari proses pendidikan, sehingga mahasiswa dipersiapkan tidak hanya untuk memasuki industri, tetapi juga berkembang menjadi pemimpin hospitality masa depan.










