SINGARAJA – fajarbali.com | Kasus kematian ternak babi secara mendadak kembali meresahkan masyarakat di Pulau Dewata, tidak terkecuali wabah ini juga merebak juga di wilayah Kabupaten Buleleng menyerang ternak warga,. Kasus ini terjadi di sejumlah desa dan terus bertambah, menimbulkan kekhawatiran akan adanya wabah penyakit.Sebelum mati, ternak menunjukkan gejala seperti lemas, nafsu makan menurun, hingga muncul bintik kemerahan.
Ida Kade Arnaka, salah seorang peternak yang berlokasi di wilayah Tempekan Sapian, Banjar Dinas Bhwana Kerti Desa Ularan, Kecamatan Seririt mengungkapkan bahwa wabah ini merebak sejak dua bulan yang lalu. “ Puluhan ekor babi milik warga setempat mati secara mendadak dan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit, ungkapnya.
Seperti diketahui, Peternak setempat umumnya merupakan peteranak rumahan yang hanya memiliki satu atau dua ekor indukan. celakanya wabah ini awalnya menyerang induknya, dan berselang waktu 2 – 5 hari indukan itu mati dan demikin juga selanjutnya anakan tersebut tidak bisa menyusu dan akibatnya tidak terselamatkan mati menyusul.
Masih dari Dusun Bhuwana Kerti, Dayu Biang Mangku Siang,, mengaku mengalami kerugian besar hingga jutaan rupiah lantaran seluruh ternak babi miliknya mati tanpa sisa. Diungkapkan, bahwa ternak miliknya mengalami gejala klinis selama tiga hari sebelum akhirnya mati. “Gejalanya berlangsung selama tiga hari sebelum mati. Diawali suhu badan babi panas, tidak mau makan, setelah itu sesak napas, lalu mati.Biasanya mulai dari induknya, kemudian semua anakan babi saya mati dan tidak ada yang tersisa,” ungkapnya lirih. Totalnya 10 ekor temasuk babi kerabatnya yang berada dalam satu kendang koloni mati semua" ujarnya lirih.










