Petenak Resah, Puluhan Babi Mati Misterius di Desa Ularan

Fotobabi
Foto (Istimewa ): Serangan ASF pada babi

SINGARAJA – fajarbali.com | Kasus kematian ternak babi secara mendadak kembali meresahkan masyarakat di Pulau Dewata, tidak terkecuali wabah ini juga merebak juga di wilayah Kabupaten Buleleng menyerang ternak warga,. Kasus ini terjadi di sejumlah desa dan terus bertambah, menimbulkan kekhawatiran akan adanya wabah penyakit.Sebelum mati, ternak menunjukkan gejala seperti lemas, nafsu makan menurun, hingga muncul bintik kemerahan.

Ida Kade Arnaka, salah seorang peternak  yang berlokasi di wilayah Tempekan Sapian, Banjar Dinas Bhwana Kerti Desa Ularan, Kecamatan Seririt mengungkapkan bahwa wabah ini merebak sejak dua bulan yang lalu. “ Puluhan ekor babi milik warga setempat mati secara mendadak dan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit, ungkapnya.

Seperti diketahui, Peternak setempat umumnya merupakan peteranak rumahan yang hanya  memiliki satu atau dua ekor indukan. celakanya wabah ini awalnya menyerang induknya, dan berselang waktu 2 – 5 hari indukan  itu mati dan demikin juga selanjutnya anakan tersebut tidak bisa menyusu dan akibatnya tidak terselamatkan mati menyusul.

Masih dari Dusun Bhuwana Kerti,  Dayu Biang Mangku Siang,, mengaku mengalami kerugian besar hingga jutaan  rupiah lantaran seluruh ternak babi miliknya  mati tanpa sisa. Diungkapkan, bahwa ternak miliknya mengalami gejala klinis selama tiga hari sebelum akhirnya mati. “Gejalanya berlangsung selama tiga hari sebelum mati. Diawali suhu badan babi panas, tidak mau makan, setelah itu sesak napas, lalu mati.Biasanya mulai dari induknya, kemudian semua anakan  babi saya mati dan  tidak ada yang tersisa,” ungkapnya lirih. Totalnya 10 ekor temasuk babi kerabatnya yang berada dalam satu kendang koloni mati semua" ujarnya lirih.

Perbekel Desa Ularan I Gusti Nyoman Suriawan saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2026) membenarkan  atas merebaknya wabah tersebut.“Kalau saya dengar babi warga yang mati sudah banyak namun sejauh ini kami belum menerima laporan secara pasti berapa secara keseluruhan babi warga kami yang mati secara mendadak. Hanya kami mendengar babi milik peternak Jro Putu Darmawan sebanyak 10 ekor mati namun yang bersangkutan tidak ngelapor ke desa,”ucapnya.

BACA JUGA:  Terima Petaka, Semangat Juang I Gusti Ngurah Rai Diteruskan di Buleleng

Suryawan menghimbau kepada warga masyarakat agar terus melakukan koordinasi ke desa sehingga permasalahan yang terjadi seperti babi mati yang terjadi nantinya akan melakukan koordinasi ke dinas terkait.“Kami sangat berharap kepada warga masyarakat bila terjadi permasalahan nantinya bisa melakukan upaya koordinasi ke desa sehingga pihak desa segera melakukan koordinasi ke dinas terkat untuk melakukan antisifasi baik pencegahan atau yang lainnya,”lanjutnya.

 

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng Gede Melandrat saat dikonfirmasi terpisah,  pihaknya mengakui baru menerima laporan dari timnya yang ada di lapangan. Atas yerjadinya wabah tersebut tersebut, Melandrat mengakui akan segera menurunkan tim hingga dokter hewan guna melakukan pengecekan apakan penyebab kematin babi warga merupakan karena kasus African Swine Fever (ASF) atau bukan.

“Ia kami juga baru menerima laporan dari tim di lapangan bahwa ada kejadian banyak hewan babi milik warga yang mati mendadak. Rencananya hari ini atau besok kami akan turunkan tim hingga dokter hewan guna melakukan pengecekan apakah hal itu akibat kasus African Swine Fever (ASF) atau bukan,”akunya.

Selain menurunkan tim untuk melakukan pengecakan dirinya juga akan segera melakukan penyemprotan Biosekuriti kesemua kendang babi warga sehingga virus yang menyebabkan kematian babi warga tidak menyebar.

“Kita juga nantinya akan menurunkan tim guna melakukan penyemprotan Biosekuriti keseluruh kendang babi warga sehingga bakteri atau virus yang membuat mati babi warga tidak menyebar,”lanjutnya.

Akibat peristiwa tersebut, pihaknya kembali mengingatkan kepada para peternak babi karena tingkat penyebaran sangat tinggi, diharapkan kepada semua peternak babi agar tidak melakukan saling mengunjungi kendang babi milik warga yang mengalami babi sakit atau mati mendadak.

BACA JUGA:  Buleleng Raih Predikat Sangat Inovatif Dalam Innovative Government Award 2024

“Saya sudah terus mengingatkan warga agar jangan saling mengunjungi. Karena keluar masuk kendang atau aktivitas keluar masuk kandang sangat berpotensi Sebagai faktor menyebarnya virus, pungkasnya, W - 008

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top