"Inilah momen peneguhan—bahwa Saudara sekalian dinyatakan lulus dan layak menyandang gelar akademik demikian wisuda, hanyalah pertanda Saudara telah menyelesaikan studi, berhenti bersekolah secara formal, tetapi bukan berhenti belajar, bukan berhenti berpikir, bukan berhenti berkreasi," pesan dekan.
Justru, menurut Sujaya, ini adalah awal untuk memulai sebuah perjalanan baru yang jauh lebih menantang karena lulusannya akan memasuki kampus kehidupan nyata yang jauh lebih kompleks dan penuh onak duri.
Terobosan: Lulus Tidak Harus dengan Skripsi/Tesis
Pelepasan periode ini, masih kata Sujaya, memiliki sejumlah keistimewaan selain IPK yang cukup membanggakan tadi. Pertama, untuk pertama kalinya FBS UPMI Bali meluluskan mahasiswa program sarjana yang menyelesaikan studinya dengan tugas akhir nonskripsi.
Dua orang calon wisudawan di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah (PBID) menyelesaikan studinya dengan tugas akhir proyek inovatif karya sastra dan jurnalistik, sedangkan tiga calon wisudawan di Prodi Pendidikan Seni Rupa menyelesaikan studinya dengan tugas akhir proyek inovatif seni rupa.
Ia berpandangan, tugas akhir nonskripsi ini merupakan implementasi dari Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi yang menegaskan bahwa Program studi pada program sarjana atau sarjana terapan memastikan ketercapaian kompetensi lulusan melalui pemberian tugas akhir yang dapat berbentuk skripsi, prototipe, proyek, atau bentuk tugas akhir lainnya yang sejenis baik secara individu maupun berkelompok.










