Penataan juga direncanakan di Pasar Satria. Perumda Pasar berencana memanfaatkan lantai satu sebagai area parkir dan mengarahkan pedagang untuk berjualan di lantai dua. Namun, langkah tersebut membutuhkan pendekatan kepada para pedagang yang selama puluhan tahun telah terbiasa dengan pola berjualan di lokasi saat ini.
Di sisi lain, Suadi Putra mengakui pasar tumpah bukan fenomena baru di Denpasar. Aktivitas tersebut telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari dinamika perdagangan masyarakat. Namun, kondisi saat ini dinilai semakin kompleks karena aktivitas jual beli berlangsung bersamaan dengan lalu lintas kendaraan.
“Budaya pasar tumpah ini memang sudah terjadi dari dulu. Cuma sekarang lebih ekstrem karena ada kendaraan, kemudian ada yang belanja di atas motor, sehingga ada efek kemacetan yang ditimbulkan,” tandas Suadi Pitra. (Car)









