Perkuat Pengasuhan dan Tumbuh Kembang Anak, Kemendukbangga/BKKBN Dampingi TAMASYA di TPA Agung Kumara 

IMG-20260912-WA0008
Anak-anak di TPA Agung Kumara, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. ist

AMLAPURA-fajarbali.com | Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Provinsi Bali melaksanakan pendampingan peningkatan kualitas pengasuhan melalui Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) di TPA Agung Kumara, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan ini dihadiri pejabat dari Disnaker ESDM Provinsi Bali, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Karangasem, pengelola dan pengasuh TPA, serta perwakilan orang tua.

Pendampingan tersebut bertujuan memperkuat kualitas layanan pengasuhan sekaligus memastikan tumbuh kembang anak dapat dipantau secara optimal. 

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti, menekankan bahwa TPA tidak semata-mata menjadi tempat penitipan anak, tetapi juga harus mampu menjadi ruang pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak.

“Pengasuh dapat memberikan penguatan kapasitas dan layanan rujukan, termasuk bagaimana memantau tumbuh kembang anak. TPA bukan hanya tempat penitipan anak, tetapi anak yang diasuh juga dapat dipantau tumbuh kembangnya,” ujar Nopian.

Menurutnya, keberadaan TPA berbasis perusahaan menjadi bukti kepedulian perusahaan terhadap tenaga kerja, sehingga orang tua dapat bekerja dengan tenang sementara anak tetap mendapatkan pengasuhan yang baik dan menyenangkan melalui TAMASYA.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., M.A.R.S, menegaskan komitmen BKKBN Bali dalam meningkatkan kualitas pengasuhan melalui layanan TAMASYA yang terintegrasi.

Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bali mendorong pengelola dan pengasuh TPA untuk memperkuat kapasitas pengasuhan, melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala, serta meningkatkan keterlibatan orang tua dan keluarga dalam proses pengasuhan. 

Sementara itu, Kepala Yayasan TPA Agung Kumara, I Made Budiarta Wiryawan, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan pendampingan yang diberikan kepada TPA Agung Kumara.

BACA JUGA:  5G Percepat Transformasi Digital Indonesia

Budiarta mengatakan, keberadaan program TAMASYA sejalan dengan program yang dikelola yayasan, yang tidak hanya menyediakan layanan penitipan anak, tetapi juga pendidikan serta kenyamanan bagi anak-anak para karyawan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan untuk melihat langsung TPA kami yang memiliki program TAMASYA. Program ini sejalan dengan yang dikelola yayasan, sehingga selain penitipan anak, kami juga memberikan pendidikan dan kenyamanan bagi anak-anak karyawan," kata dia. 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama para orang tua. Diskusi membahas pertumbuhan dan perkembangan anak serta memberikan kesempatan kepada orang tua untuk berkonsultasi dan memperoleh pemahaman mengenai pemantauan tumbuh kembang anak.

Selain itu, peserta mendapatkan pemaparan mengenai teori pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai usia di TPA serta sosialisasi Aplikasi TAMASYA untuk mendukung penyelenggaraan empat layanan TAMASYA. 

Pendampingan TAMASYA di TPA Agung Kumara menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, mitra kerja, pengelola TPA, pengasuh, dan keluarga dalam pengelolaan TPA TAMASYA.

Melalui layanan pengasuhan yang berkualitas, pemantauan tumbuh kembang, serta keterlibatan aktif orang tua, TAMASYA diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung anak tumbuh sehat, aman, nyaman, dan optimal, sekaligus memberikan ketenangan bagi orang tua dalam menjalankan aktivitas pekerjaan. [rel]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top