Penggunaan Semen Geopolimer sebagai Pembentuk Beton, Lebih Ramah Lingkungan menuju “Green Construction”

IMG-20250104-WA0003
Dr. Ir. Ni Kadek Astariani, ST, MT, IPM, ASEAN.Eng, APEC.Eng.

Untuk meningkatkan nilai ekonomis limbah tersebut, pada penelitian ini akan dibuat bahan pengikat geopolimer dengan aktivator yang terdiri dari natrium silikat (SS) dan natrium hidroksida (SH) dengan rasio aktivator yang bervariasi dan konsentrasi molaritas yang bervariasi.

Variasi aktivator (SS/SH) ada 3 yaitu 1:1; 1.5:1; dan 2:1, sedangkan variasi konsentrasi molaritasnya adalah 8M, 10M, 12M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi molaritas dan rasio aktivator (SS/SH) yang digunakan, maka semakin cepat waktu ikat awal dan waktu ikat akhir yang terjadi pada perekat geopolimer.

Hal ini dibuktikan dengan waktu ikat awal dan akhir tercepat terjadi pada rasio aktivator 2:1 (12 M) yaitu 136 menit dan 243 menit.

Dengan hasil waktu ikat yang dihasilkan oleh perekat geopolimer ini dapat dijadikan rekomendasi bahwa material limbah batu pipih Umeanyar dapat dijadikan sebagai bahan pengganti semen, karena memiliki waktu ikat setara dengan waktu ikat semen, selain itu kekuatannya juga hampir sama dengan semen yaitu sekitar 25 MPa.

Beberapa penelitian tentang geopolimer telah banyak dilakukan penulis dan dipublikasikan di beberapa Jurnal Internasional terindeks Scopus (Q2- Q4) serta Jurnal Nasional terindeks Sinta.

Penulis: Dr. Ir. Ni Kadek Astariani, ST, MT, IPM, ASEAN.Eng, APEC.Eng. (Dosen Teknik Sipil Universitas Ngurah Rai, Tim Ahli Bangunan Hijau, Tim Ahli Bidang Struktur Dinas PUPR di Kabupaten/Kota Denpasar, Badung, Karangasem, Jembrana serta Sekretaris Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Bali.***

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top