Persentase optimum GGBS sebesar 40% dan abu terbang 60% memberikan hasil waktu ikat awal sekitar 5-58 menit, sedangkan waktu ikat akhir 65-105 menit (Sahana,2013).
Komposisi alkalin aktivator terhadap berat prekursor dapat pula mempengaruhi hasil waktu ikat perekat geopolimer.
Pengaruh peningkatan sodium silikat sebagai salah satu alkalin aktivator dapat menurunkan waktu ikat awal dan akhir pada geopolimer (Astariani et al, 2021).
Rasio water/solid (W/S) yang semakin meningkat dapat meningkatkan kuat tekan dan menurunkan waktu ikat perekat geopolimer.
Peningkatan rasio Silika/Alumina (Si/Al) juga dapat meningkatkan kuat tekan dan menurunkan waktu ikat. Kandungan silika yang tinggi dalam perekat geopolimer dapat mempercepat reaksi geopolimerisasi.
Pada penelitian Banjarnahor (2020), dengan menggunakan prekursor fly ash dengan perbandingan NaOH dan Na2SiO3 yaitu 1:1,5 dan konsentrasi molaritas 4M dan 14M didapatkan hasil bahwa semakin kecil perbandingan molaritas aktivator menghasilkan waktu ikat yang makin cepat.
Sedangkan pada penelitian Astariani et al (2021), dengan menggunakan perbandingan NaOH dan Na2SiO3 yaitu 1:1 ; 1,5:1 ; 2:1 dan konsentrasi molaritas 14M didapatkan hasil bahwa semakin tinggi rasio P/A dan SS/SH memberikan waktu ikat awal dan waktu ikat akhir semakin pendek.
Pada penelitian ini telah dilakukan pengukuran waktu pengikatan awal dan akhir pada bahan pengikat geopolimer berbahan dasar serbuk batu pipih Umeanyar.
Bahan dasar pengikat ini diperoleh dari limbah industri pemecah batu di daerah Jembrana. Selama ini limbah batu pipih tersebut hanya dimanfaatkan sebagai bahan pengisi perkerasan jalan.










