Pendidikan dan Usaha Gula Semut Kampung Berseri Astra Tabek Talang Babungo Kuatkan Kemandirian Ekonomi Warga

u7-2025-11-14-at-21.14.34
Pengelolaan limbah anorganik di bank sampah dilakukan sepenuhnya oleh warga Kampung Berseri Astra Tabek Talang Babungo yang tidak hanya bernilai ekonomis sebagai tabungan, tetapi juga menjadi bagian dari praktik ekonomi sirkular yang memperkuat kemandirian desa.

Keberhasilan masyarakat Tabek Talang Babungo memperkuat tradisi, pendidikan, dan ekonomi lokal didukung oleh pendampingan Astra yang dilakukan bersama warga secara berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, Astra menjadi mitra masyarakat dalam mengembangkan potensi kampung tanpa mengubah karakter aslinya.

Salah satu pusat aktivitas kampung adalah Rumah Pintar, yang dibangun melalui gotong royong warga. Fasilitas ini menjadi ruang belajar bagi anak-anak dan pusat pengembangan usaha bagi masyarakat. Di tempat yang sama, berbagai kegiatan produktif muncul: rumah produksi gula semut, rumah maggot, bank sampah, hingga kolam ikan yang saling terhubung dalam sistem pengelolaan limbah terpadu.

Rumah produksi gula semut kini dikelola oleh 20 keluarga dari awalnya hanya satu keluarga, dengan kapasitas produksi yang awalnya hanya sekitar 5 kilogram per hari menjadi 50 kilogram per hari. Produk tersebut dipasarkan tidak hanya di Sumatra Barat, tetapi juga ke Jakarta dan Batam. Limbah organik produksi dialirkan ke rumah maggot sebagai pakan, sementara limbah anorganik diolah melalui bank sampah. Sebagian hasil penjualan dialokasikan untuk program pendidikan dan bantuan kesehatan keluarga kurang mampu, termasuk beasiswa bagi lima pemuda kampung yang melanjutkan pendidikan hingga ke Jepang.

“Semua yang berkembang di kampung ini lahir dari kerja bersama. Bantuan peralatan, pendampingan, dan pelatihan dari Astra memperkuat apa yang sudah kami mulai. Warga jadi lebih percaya diri menjalankan usaha dan menjaga lingkungan,” ujar Tokoh Penggerak Kampung Berseri Astra Tabek Talang Babungo Kasri Satra.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top