DENPASAR-fajarbali.com | Pekan Iklim Bali 2026 mulai menunjukkan dampak positif berupa inspirasi praktik baik di berbagai daerah. Salah satu pemuda yang terinspirasi, yakni Rafael Harselio Sianturi, asal Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Pemuda yang baru menyelesaikan studi Sarjana Agribisnis Universitas Udayana ini, mengikuti side event Pekan Iklim Bali 2026 di Flow Workspace, Sanur, Sabtu (17/10), khususnya edukasi mengubah sampah plastik menjadi gantungan kunci dan aneka pernak-pernik.
Side event oleh Avirama Foundation mengusung 'Becoming Sustainers with Us!', memaparkan tiga workshop edukasi sustainability.
Pertama, mengubah sampah plastik khususnya tutup botol menjadi barang bernilai; kedua, terkait efisiensi energi; dan ketiga, Snake and Step untuk edukasi siswa SD peduli lingkungan.
Untuk tutup botol plastik bekas, para peserta workshop dari mahasiswa-mahasiswi Universitas Udayana diajak membuat gantungan kunci.
Untuk efisiensi energi, Avirama mengedukasi transisi energi dengan mencontohkan perbandingan lampu pijar dan lampu LED, di mana LED jauh lebih terang dengan watt kecil.
Sementara itu, Snake and Step merupakan permainan ular tangga yang menyasar anak-anak SD agar mengetahui pentingnya peduli lingkungan dengan cara bermain melempar dadu sembari menjawab pertanyaan.
Rafael, sapaannya, mengaku mendapatkan banyak ilmu dan koneksi setelah mengikuti Pekan Iklim Bali 2026. Yang sangat berkesan baginya, mengubah tutup botol plastik menjadi gantungan kunci estetik bernilai ekonomi tinggi. "Baru kali ini saya suka sama gantungan kunci," ungkap Rafael.










