BANGLI - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Bupati Bangli, I Made Giianyar akhirnya memutuskan menyiapkan dua lokasi karantina terorganisir di Kabupaten Bangli yang diperuntukkan bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dua lokasi yang ditunjuk tersebut, yakni Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Propinsi Bali yang ada di Bangli dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kayuambua.
Bupati Bangli, I Made Gianyar selaku Ketua Gugus Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangli menyebutkan, keputusan tersebut sesuai hasil rapat dengan Gubernur Bali, Senin (13/4/2020) malam lalu. "Sebagai langkah antisipasi alternatif kami untuk tempat karantina mandiri terorganisasi bagi PMI yang baru datang yang tak diisolasi di rumah sakit, kami alternatifkan dua tempat. Di SKB Kayuambua atau di RSJ. Kalau sangat mendesak kami pakai terlebih dahulu gedung yang ada di RSJ karena sudah paling siap sembari menunggu persiapan di SKB," ungkap Made Gianyar saat dihubungi Selasa (14/4/2020).
Dijelaskan, sesuai kesepakatan, penanganan pasien negatif dari hasil rapid test yang dilakukan di pintu masuk Bali, baik kelompok Pekerja Migran Indonesia dan ABK yang baru pulang dari luar negeri, maupun masyarakat lainnya yang datang dari luar Bali, karantinanya menjadi tanggung jawab Pemkab/Pemkot asal yang bersangkutan. Sedangkan penanganan pasien yang hasil testnya positif, menjadi ranah provinsi. Kata Made Gianyar, dengan kesepakatan ini merupakan kemajuan dalam upaya penanganan Covid-19 di Bali. “Ini pula sekaligus menjawab kekhawatiran sebagian masyarakat bila PMI dengan hasil rapid test negatif diarahkan menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, belum tentu mereka jalani dengan disiplin,” bebernya.










