Dengan upacara nangluk merana ini diharapkan dapat mengurangi berbagai macam malapetaka seperti hama penyakit yang dapat menyerang tanaman maupun binatang. "Semoga apa yang dilaksanakan dengan tulus iklas mendapat kerahajengan masyarakat se-jebag Badung dan Bali. Usai pelaksaaan upacara ini kami harapkan kepada bendesa adat, pekaseh dan kelian subak serta masyarakat petani agar melanjutkan upacara seperti ini di masing-masing desa adat dan subak," imbuhnya.
Sementara itu Bendesa Adat Kerobokan A.A. Putu Sutarja dalam kesempatan tersebut mengatakan, upacara nangluk merana lan mepekelem ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya menjelang tawur Kesanga Penyepian.
"Nangluk merana ini bertujuan guna mohon keselamatan dan kerahajengan, kesejahteraan dan dijauhkan dari segala bahaya dan malapetaka khususnya serangan hama (merana) agar tidak menganggu tanaman di persawahan dan tegalan, sehingga petani mampu meningkatkan hasil-hasil pertaniannya, juga diharapkan dapat menjalankan Ngusaba Desa Lan Ngusaba Nini di setiap Desa dan Subak se-Badung," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Pemerintah Kabupaten Badung menyerahkan dana aci-aci sebesar Rp. 175 Juta. (put)










