Sudiatmika menambahkan, Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan dasar kepada warga terdampak. Pada Selasa (1/9), bantuan awal berupa matras dan kebutuhan dasar telah diberikan kepada warga yang mengungsi.
Selain bantuan dari masyarakat berupa sembako dan pakaian layak pakai, Dinas Sosial juga mendistribusikan family kit untuk kebutuhan balita, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya, termasuk alas tidur dan selimut.
Pendampingan terhadap warga juga terus dilakukan untuk membantu pemulihan kondisi psikologis korban yang masih berada di tempat pengungsian. Pemkot Denpasar memastikan proses penanganan tidak hanya berfokus pada kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikososial masyarakat yang terdampak.
Di sisi lain, proses pemadaman kebakaran di Jalan Nakula hingga Rabu (2/9) siang masih berlangsung. Untuk mempercepat penanganan titik api yang berada di bawah tumpukan puing dan sampah, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar mendatangkan tiga unit ekskavator untuk melakukan penggarukan.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, mengatakan penggunaan ekskavator diperlukan agar titik api yang berada di bawah tumpukan material dapat dijangkau. “Tanpa ekskavator kita sulit memadamkan api yang di bawah tumpukan sampah. Seberapa besar kita semprot dari atas, apinya tidak akan kena. Kecuali kita garuk ekskavator baru kita semprot,” ucapnya.
Menurut Tirana, teknik tersebut juga pernah diterapkan dalam penanganan kebakaran di TPA Suwung dan dinilai lebih efektif untuk memastikan titik api di bawah tumpukan material dapat benar-benar padam.










