Padamkan Kebakaran di Jalan Nakula, Damkar Berjibaku Selama 3 Hari

1000508951
Berjibaku Padamkan Kebakaran di Jalan Nakula, Damkar Denpasar Kerahkan Personel Selama 3 Hari hingga Datangkan Eskavator.

DENPASAR-fajarbali.com | Pemadaman kebakaran di Jalan Nakula, Desa Pemecutan Klod masih berlangsung hingga Rabu (2/9) siang. Untuk memaksimalkan pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Denpasar mendatangkan 3 unit eskavator untuk menggaruk puing-puing kebakaran. Diperkirakan api akan benar-benar padam pada Kamis (3/9) setelah alat penggaruk dilibatkan.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Denpasar I Made Tirana, Rabu (2/9) mengatakan, tanpa alat penggaruk, pihaknya akan kesulitan memadamkan api khususnya yang berada di bawah puing-puing sampah. "Tanpa eskavator kita sulit memadamkan api yang di bawah tumpukan sampah. Seberapa besar kita nyemprot dari atas, apinya tidak akan kena. Kecuali kita garuk dengan eskavator baru kita semprot," ungkap Tirana.

Teknik ini, lanjut Tirana, juga dilakukan saat padamkan api di TPA Suwung. Dengan itu kinerja yang dilakukan akan lebih efektif.

Ditanya kapan api bisa benar-benar padam, Tirana mengatakan, jika eskavator datang pada Rabu (2/9), kemungkinan api bisa padam pada Kamis (3/9) pagi. "Titik api sudah berkurang. Tadi pagi sudah bersih clear. Kena sinar matahari dan angin apinya kembali. Itu di lokasi yang tidak kena garuk. Kalau yang sudah kena garuk kemarin sudah aman," ucapnya.

Tirana menambahkan, saat ini armada dari Dinas Damkar Denpasar yang dilibatkan mencapai 9 unit, dari sebelumnya 12 unit. Demikian untuk armada Damkar Badung dilibatkan sebanyak 3 unit. Titik api pun dikatakannya sudah berkurang, dimana kini hanya tinggal asap saja.

Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar Gusti Ayu Laxmy Saraswati didampingi Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial I Gusti Ketut Sudiatmika mengatakan, pihaknya terus melakukan pendataan kepada warga terdampak. Sampai saat ini berdasarkan data Dinas Sosial Kota Denpasar, terdata sebanyak 85 KK yang terdampak.

BACA JUGA:  Jasa Raharja, Polri dan Kemendagri Resmikan Sekretariat Bersama. Ini Alasannya!

Pada tahap awal semua warga terdampak telah dievakuasi. Meski warga terdampak merupakan warga luar Denpasar, bantuan kemanusiaan tentu tetap dijalankan terhadap musibah yang terjadi.

Saat ini lanjut Laxmy, tengah dilakukan asesment sekaligus mendata berapa jumlah warga dari dalam dan luar Bali. "Dari hasil asesment nantinya, untuk warga yang tidak memiliki penujuan di Denpasar, kami akan pulangkan ke daerah asal," tandas Laxmy.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, I Gusti Ketut Sudiatmika, menambahkan, pada Selasa (1/9) kemarin pihaknya telah memberikan bantuan dasar kepada warga terdampak berupa matras dan kebutuhan awal. Hingga saat ini perkembangan jumlah warga yang terdampak masih terus dipantau.

Berdasarkan pendataan awal sesaat setelah kejadian, tercatat ada 23 KK yang terdampak. Namun, setelah dilakukan pemutakhiran data bersama pengurus musala tempat warga mengungsi dan tokoh masyarakat setempat, didapat data 85 KK.

Selain sembako dan pakaian layak dari masyarakat, Dinsos juga mendistribusikan family kit untuk penanganan balita serta membuka layanan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang terpapar asap. (Car)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top