"Sebagai wadah para pemikir strategis bangsa yang berkarakter negarawan, kita wajib membedah tantangan perkembangan daerah," jelasnya.
Dalam waktu dekat, IKAL Lemhanas Bali berencana beraudiensi dengan para stakeholder, seperti kepala daerah, militer hingga seluruh elemen masyarakat. Fokus organisasi diarahkan pada Penguatan Ketahanan Daerah: Menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memberikan masukan dan kajian terkait isu-isu strategis dan ketahanan nasional.
"Anggota kami di Bali ada ratusan. Berbagai latar belakang jadi satu. Ada akademisi profesor macam-macam keilmuan, purnawirawan jenderal, pengusaha. Lengkap. Mereka punya jiwa cinta NKRI yang tak diragukan lagi," tegasnya.
Berangkat dari banyaknya para tokoh pemikir di tubuh anggotanya, Nengah Suriata mengajak jajarannya membulatkan komitmen aksi melalui transformasi pola pikir dan pola tindak menyikapi berbagai tantangan yang dihadapi Bali berdasarkan sejumlah indikator.
Dalam hal reformasi pola pikir, alumni Lemhannas Bali wajib berpikir secara komprehensif, integral, dan holist. "Kita harus mengasah kemampuan deteksi dini dan cegah dini terhadap Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) sebelum menjadi kornflik horizontal. Pola pikir kita harus berwawasan keindonesiaan yang kokoh namun tetap mengakar pada kearifan lokal Bali (Tri Hita Karana)," tegasnya.
Kemudian terkait akselerasi pola tindak, karakter pejuang dan negarawan alumni Lemhanas harus mewujud dalam tindakan nyata untuk perkembangan daerah Bali.










