Pemulihan layanan kesehatan juga akan dilanjutkan melalui revitalisasi empat Posyandu di Kabupaten Nagekeo, NTT. Revitalisasi ini dibutuhkan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar secara optimal, khususnya pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita, kesehatan ibu hamil dan menyusui, imunisasi, hingga pemantauan kesehatan remaja dan lansia.
Langkah pemulihan ini melanjutkan kehadiran AHM dalam mendampingi masyarakat sejak masa tanggap darurat pasca gempa yang melanda NTT pada bulan Agustus hingga awal Oktober. Yayasan AHM bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyalurkan bantuan kebutuhan dasar secara bertahap berupa sembako, selimut, obat-obatan, dan vitamin kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai dan Sikka (17-19/8).
Dukungan kemanusiaan juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut mencakup perlengkapan ibadah, perlengkapan sekolah, perlengkapan nelayan untuk mendukung pemulihan mata pencaharian, penyediaan paket makanan bergizi setiap hari selama tujuh hari, paket sembako untuk dapur umum, serta air bersih bagi warga yang mengalami keterbatasan akses air pascabencana.
General Manager Corporate Communication AHM Rina Listiani mengatakan pemulihan pasca bencana membutuhkan dukungan secara bertahap dan berkelanjutan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas produktifnya sehari-hari.
“Kami berharap dengan adanya fasilitas kesehatan yang memadai, masyarakat memiliki fondasi kuat untuk kembali beraktivitas, bekerja, dan memulihkan mobilitas produktif mereka. Melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu pemulihan dari dampak bencana di NTT dan sekitarnya,” ujar Rina.









