Belanja Daerah Diproyeksikan sebesar Rp2,81 Triliun lebih. Alokasi ini diarahkan untuk mendukung tema pembangunan yaitu Peningkatan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas, Guna Menopang Kebangkitan Ekonomi dan Kondisi Sosial Masyarakat.
“Terkait defisit anggaran sebesar Rp220 Miliar akan ditutupi sepenuhnya melalui penerimaan pembiayaan daerah dengan nilai yang sama,”lanjutnya.
Memasuki agenda kedua, Bupati Buleleng menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh fraksi DPRD Buleleng (Fraksi PDI Perjuangan, Hanura, Golkar, NasDem, Gerindra, serta Fraksi Demokrat-PKB) atas kerja sama yang solid sehingga Kabupaten Buleleng berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI sebanyak 12 kali berturut-turut atas laporan keuangan TA 2025.
Menjawab berbagai pandangan umum yang dilayangkan oleh para anggota dewan melaui fraksi-fraksi yang ada, Bupati memberikan penjelasan komprehensif terkait sejumlah isu strategis.
“Pemerintah tetap berkomitmen melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak serta retribusi daerah, sekaligus mengoptimalkan aset-aset yang masih menganggur melalui kerja sama pemanfaatan yang akuntabel dengan pihak swasta maupun BUMD,”ujarnya.
Alokasi belanja modal dipastikan tetap memprioritaskan pelayanan dasar publik seperti pendidikan, kesehatan, dan digitalisasi.
“Terkait keluhan infrastruktur, pemerintah telah menempatkan anggaran pemeliharaan jalan secara bertahap di masing-masing kecamatan,”imbuhnya.
Menjawab kekhawatiran dari Fraksi NasDem dan Gerindra, Bupati meluruskan bahwa berdasarkan hasil audit, ketersediaan persediaan oksigen di penampungan pusat (oksigen sentral) RSUD Giri Emas pada saat kejadian sebenarnya masih tersedia dan Dinas Kesehatan telah melakukan pembinaan standar operasional pelayanan.










