Panic Buying Berkaitan dengan Fungsi Otak

DENPASAR – fajarabali.com | Tidak sedikit masyarakat yang melakukan panic buying terkait mewabahnya virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19. Tidak hanya di Indonesia, warga luar negeri pun melakukan panic buying salah satunya dengan memborong kebutuhan pokok, masker dan tisu. Kepanikan, termasuk panic buying, tidak terjadi begitu saja. Ada alasan ilmiah di balik hasrat memborong barang-barang dan makanan di supermarket.

 

Menurut Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si, panik itu adalah perpanjangan dari cemas. Sementara cemas itu perpanjangan dari takut. “Takut adalah keinginan untuk menghindari sesuatu yang ada saat ini. Jika ketakutan tersebut berdasarkan ketidakpastian di masa depan, jadilah cemas,” ujarnya.

 

Bedanya cemas dengan takut, cemas adalah ketakutan akan sesuatu di masa depan dan belum pasti. Ketika seseorang punya kecemasan, pada titik tertentu, area prefrontal cortex pada otak tidak bisa bekerja.

 

“Prefrontal cortex adalah bagian pada otak yang memproses hal-hal yang rasional. Ketika area ini tidak bekerja karena kecemasan akan ketidakpastian, bagian yang bekerja adalah limbic system (sistem limbik). Dalam kondisi tertentu, rasa cemas akan berubah menjadi panik lewat sistem limbik. Kalau sudah begini, rasa takut dan cemas tidak bisa dikontrol,” jelasnya.

 

Saat panik, area prefrontal cortex pada otak tidak berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, secara ilmiah hal yang harus dilakukan adalah memfungsikan kembali area tersebut.

“Dengan cara bernapas. Saat mulai panik kita harus berhenti dulu, bernapas dalam-dalam, biasanya 10 atau 20 hitungan. Biasanya usai bernapas, kita mulai menyadari sesuatu,” jelas Anna.

 

Mengapa bernapas? Dengan bernapas, aliran darah menjadi lebih lancar. Oksigen bisa naik ke otak sehingga prefrontal cortex bisa berfungsi kembali. “Jadi sebelum panic buying atau timbul kepanikan lainnya, bernapas dulu beberapa saat. Kita akan bisa berpikir lebih jernih setelahnya,” tutupnya. (dar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Dampak Corona, Dewan Tunda Kunjungan Kerja

Jum Mar 20 , 2020
TABANAN – fajarbali.com | Akibat Virus Corona yang semakin meluas, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD kabupaten Tabanan terpaksamenunda semua agenda kunjungan kerja ke luar daerah karena pandemi corona, hingga dua minggu kedepan. Penundaan kegiatan Wakil Rakyat tersebut dalam rangka mengantisipasi merebaknya Virus Corona atau COVID-19.